Kamis, Juli 25, 2024
Pesawaran

Bupati Pesawaran Tinjau Lokasi Normalisasi Sungai Way Kaliawi

Pesawaran, hariansatelit.com

Bupati Pesawaran,Dendi Ramadhona didampingi Camat Waykhilau, dan anggota DPRD Pesawaran juga Kades Desa Kububatu meninjau lokasi normalisasi sungai Way Kaliawi di Desa Kububatu Kecamatan Waykhilau, Senin (26/2/2024).

Rencana pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran untuk melakukan normalisasi sungai tersebut, lantaran Sungai Way Kaliawi telah mengalami pendangkalan. Bahkan bukan itu saja, terlihat dari beberapa material pinggir jalan yang berada disekitaran sungai sudah tergerus oleh aliran air.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjelaskan, dengan terjadinya pendangkalan tersebut dapat menutup aliran sungai serta merubah alur sungai, yang dapat menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman warga.

“Ini yang berbahaya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan aliran deras dapat menabrak dan merusak badan jalan, seperti kondisinya saat ini,” ucap Dendi, saat meninjau sungai Way Kaliawi Desa Kubu Batu Kecamatan Way Khilau, Senin (26 Februari 2024).

Menurutnya, jalan yang berada di dekat aliran Sungai Way Kaliawi itu merupakan jalan kabupaten dan akses penghubung antar Desa Kubu Batu dan Desa Padang Cermin.

“Jadi saya bersama dengan anggota DPRD komisi III Yusak, turun langsung mengecek bagian yang perlu dilakukan langkah dan solusinya. Dan ada dua solusi untuk mengatasi masalah pendangkalan Sungai Way Kaliawi tersebut,” ujarnya.

“Solusi yang pertama adalah melakukan normalisasi sungai dengan membuat alirannya menjadi lurus dan tidak berbelok. Kemudian yang kedua adalah pembangunan jembatan antar Desa itu,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan, luas sungai yang dilakukan normalisasi dan jembatan cukup besar, sehingga membutuhkan anggaran yang besar.

“Kalau untuk normalisasi sungai itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama, karena bisa terdampak dengan meluapnya air, walaupun tidak langsung ke pemukiman tetapi dapat membuat jalan tertutup,” jelasnya.

“Namun jika untuk pembangunan jembatan memang membutuhkan anggaran yang besar, dan bisa dilakukan dengan dua tahap pengerjaannya,” tandasnya. (Farizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *