Minggu, Mei 19, 2024
DaerahHukum dan KriminalTulang Bawang

Retak dan Mengelupas, JUT 2022 di Sukamakmur Diduga Dikerjakan Tak sesuai Spesifikasi

TULANGBAWANG, Hariansatelit.com– Pembagunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang berada di Kampung Sukamakmur, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang awang, diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi juklak dan juknis pekerjaan telah ditentukan.

Bagaimana tidak, jalan tersebut yang baru selesai dikerjakan kisaran satu tahun itu. Kini jalan tersebut sudah retak dan mengelupas.

Padahal, jalan tersebut belum sama sekali dipakai dan digunakan sebagai akses panen padi para petani setempat.

Selain tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan tersebut diduga hanya menghambur-hamburkan uang negara tidak ada azas manfaatnya. Lantaran membangun jalan di lahan non produktif tidak ada satupun pun petani yang menanam padi di daerah tersebut.

“Jalan itu dibangun kurang lebih satu tahun itupun hanya dilewati orang mancing dan cari rumput saja, karena lokasi tersebut tidak bisa ditanami padi, tapi jalan tersebut sudah retak seribu dan mengelupas,” kata warga setempat yang tidak ingin mamanya dipublis, Kamis (24/08/2023).

Terpisah, salah satu ketua kelompok tani (Poktan) setempat, mengatakan anggaran tersebut disalurkan melalui 5 Poktan terdiri dari 5 kelompok dan masing-masing kelompok menerima bantuan senilai Rp 100.000.000, (seratus juta rupiah) dengan total keseluruhan bantuan Rp 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah) diperuntukkan membangun JUT dengan panjang 2500 Meter.

“Saya diajak berangkat ke salah satu Bank yang ada di Tulangbawang untuk mencairkan dana tersebut. Sesampainya di Bank kami hanya disuruh ngisi formulir pencairan saja. Setelah itu uang dari 5 Poktan dimintai ibu Ita selaku ketua Gapoktan,” ungkap dia.

Lebih jauh, dirinya mengungkapkan sepulang dari Bank. Ia hanya diberikan uang sebesar Rp.300.000 (tiga ratus ribu rupiah) oleh ketua Gapoktan (Ita-red).

“Saya hanya dikasih uang Rp.300.000,- oleh ibu Ita. Saat pekerjaan dimulai saya juga ikut sebagai tenaga kerja pembangunan JUT itu,” ujar dia.

Ditanya terkait bangunan JUT yang sudah rusak dan pecah seribu dirinya menjelaskan sebagai pekerja hanya mengikuti perintah dari Bendahara Gapoktan Bayu.

“Pak Bayu memerintahkan adukan Semen setengah sak, dikasih pasir 9 sampai 10 Bak kecil, batu split 4 Bak tidak boleh lebih dari itu,” terang dia.

Bahkan, lanjut dia, dirinya tidak pernah tanda tangan SPJ hingga akhir pekerjaan selaku ketua Poktan.

“Sampai sekarang saya SPJ dari pekerjaan tersebut. Padahal saya ketua Poktan. Disinyalir tanda tangan saya dimanipulasi,”

Sementara itu, Bendahara Gapoktan Sukamakmur Bayu, saat dihubungi via telepon seluler tidak pernah mau mengangkat dan dichat via WhatsApp tidak membalas konfirmasi yang telah dikirim. Bahkan dia memblokir Nomor kontak jurnalis.

Ketua Gapoktan Sukamakmur, Ita saat akan ditemui dikediamannya untuk dimintai keterangan tidak pernah ada di tempat dengan pagar rumah selalu tergembok terkesan menghindari awak media.

Tim jurnalis akan terus menggali keterangan dari ketua dan bendahara Gapoktan Sukamakmur dan kepada instansi terkait pihak kejaksaan, inspektorat maupun Tipikor agar segera melakukan audit meninjau lokasi dan secepatnya melakukan pemeriksaan.

(MEDi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *