Jumat, Maret 1, 2024
Lampung Selatan

Rembug Stunting Desa Margo Lestari Berjalan Sukses

 

Jati Agung, hariansatelit.com

Pemerintah Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menggelar rembug stunting di ruangan pertemuan kantor desa setempat, Kamis (13/7/2023) pagi berlangsung sukses dan serius.

Kepala Desa Margo Lestari Sonjaya, SH mengatakan, kegiatan rembuk stunting itu dihadiri, Camat Jati Agung, Pendamping Desa, Bidan Desa, Pemerinrah Desa dan Lembaga Desa, Kader dan Tokoh Masyarakat itu berlangsung sukses dan serius sekali dalam hal upaya mengatasi stunting generasi kedepannya.

Dalam kata sambutannya Kades Sonjaya mengutarakan rembuk stunting ini adalah momen musyawarah desa untuk membicarakan bagaimana mengurangi resiko stunting di Desa Margo Lestari,” tukasnya.

Kades Sonjaya menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan upaya untuk menyusun rencana kegiatan di desa untuk mengatasi stunting.

“Dengan kegiatan rembuk stunting diharapkan penyusunan rencana pencegahan stunting tepat sasaran dan bernilai manfaat bagi pencegahan dan penurunan angka stunting,” ujar Kades.

Dia mengharapkan kedepan peran para pemangku kepentingan harus lebih maksimal, sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan dengan baik, sesuai target sasaran yang ingin dicapai.

Rembuk stunting berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat desa dengan pemerintah desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di desa.

Sementara Camat Jati Agung melalui Kasi Ekobang Andi Darmawa, SE menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam jangka waktu yang cukup lama, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme sedangkan dampak jangka panjangnya adalah menurunnya perkembangan kognitif otak anak, kesulitan belajar dan kekebalan tubuh lemah.

“Rembuk Stunting Desa Margo Lestari Tahun 2023 merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah untuk memastikan terlaksananya sinergitas dan integrasi pelaksanaan konvergensi penurunan stunting secara bersama-sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, sektor/lembaga, non pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Andi berharap kolaborasi semua lini sangat diharapkan dalam menjalankan program-program layanan dalam mengatasi penurunan stunting.

“Permasalahan stunting tidak bisa disandarkan pada salah satu pihak saja, akan tetapi seluruh unsur masyarakat untuk menjadi perhatian bersama,” ucap dia.

“Pada kesempatan ini, mari bersama-sama membangun komitmen dan memberikan dukungan dalam percepatan penurunan stunting sehingga dapat tercapai penurunan stunting pada tahun 2024, serta terwujudnya generasi emas Desa Margo Lestari,” lanjutnya.

Lebih lanjut Andi menyebutkan, rembuk stunting yang dilaksanakan di desa ini merupakan Program Nasional yang dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh desa. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *