Kepala Kemenag Metro Ajak Pelajar Hidupkan Literasi dan Kepemimpinan
Metro, hariansatelit.com
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Abdul Haris menjadi narasumber dalam gelaran edukatif bertajuk “Literacy & Student Voice Dialogue” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah MA Muhammadiyah Metro pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Literasi & Suara Generasi Muda melalui Sinergi Kepemimpinan Pelajar” ini disambut antusias oleh peserta yang memadati lokasi acara. Peserta kegiatan terdiri dari para pelajar Muhammadiyah se-Kota Metro yang hadir untuk menimba wawasan kepemimpinan, menyuarakan gagasan, sekaligus memperkuat budaya membaca dan berkarya di kalangan generasi muda.
Selain Kepala Kantor Kemenag Kota Metro, acara ini turut dihadiri oleh Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Kepala MA Muhammadiyah Metro Budiyanto, serta narasumber dan tokoh penggerak lainnya seperti Eka Safriyanto dan Leony Syahirah. Kehadiran jajaran tokoh literasi dan pendidikan tersebut kian menambah semarak suasana dialog yang berlangsung hangat dan interaktif.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Haris menyampaikan pandangannya mengenai urgensi literasi di era keterbukaan informasi. Beliau menekankan bahwa literasi tidak lagi sekadar kemampuan mengeja atau merangkai kata, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, serta mengaplikasikan pengetahuan ke dalam tindakan nyata demi kemaslahatan umat dan bangsa.
“Literasi adalah nafas dari peradaban dan ruh dari sebuah kepemimpinan. Sebagai pelajar dan generasi penerus, kalian tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi yang pasif. Pelajar madrasah harus berani membaca, mengkaji, dan bersuara secara santun dengan landasan ilmu serta nilai-nilai akhlakul karimah,” ujar Abdul Haris di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Abdul Haris menambahkan bahwa sinergi antara kepemimpinan organisasi pelajar dan penguatan literasi digital sangat dibutuhkan agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaan.
“Jadikan pena, buku, dan media digital kalian sebagai sarana menebar kebaikan serta moderasi beragama. Suara pemuda memiliki kekuatan luar biasa jika diarahkan untuk membangun harmoni, mencerdaskan sesama, dan memajukan daerah kita tercinta, Kota Metro,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ini juga dirangkaikan dengan soft launching School Literacy & Creative Media, yang diharapkan mampu menjadi wadah aktualisasi karya bagi para siswa dalam bidang kepenulisan, jurnalistik, dan produksi konten kreatif yang positif serta menginspirasi. Dialog ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara para peserta dan narasumber. (Hendi)
