Kamis, September 10, 2026
Lampung Selatan

HUT Desa Margo Rejo ke-57 Digelar Sederhana, Meriah dan Penuh Makna

Jati Agung, hariansatelit.com

Desa Margo Rejo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 pada Rabu (9/9/2026). Meski digelar secara sederhana di Gedung Serba Guna (GSG), peringatan hari bersejarah bagi desa itu berlangsung hangat dan penuh makna.

Dengan mengusung tema “Sehati Bergerak gotong royong berdampak. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Hadir pula Camat Jati Agung Rizwan Effendi, S. KM., MM, Kepala Desa Margo Rejo, BPD, aparat desa, serta para pelaku sejarah terbentuknya Desa Margo Rejo.

Seremoni HUT ke-57 diawali dengan tabhr bubga di Taman Makan, doa bersama dan pemberian cindera mata kepada 5 perintis desa yang masih hidup.

Kepala Margo Rejo Berto Yulian, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam peringatan tersebut. “HUT Desa Margo Rejo kali ini dirayakan secara sederhana. Ke depan, kami akan melakukan pembenahan agar peringatannya bisa lebih baik dan melibatkan lebih banyak warga,” ungkap Berto.

Meski sederhana, perayaan HUT ke-57 Desa Margo Rejo menjadi momentum refleksi perjalanan panjang desa transmigran ini dari hutan belantara menjadi pusat kehidupan yang rukun, sejahtera, dan berbudaya.

Lebih lanjut Berto mengatakan desa yang dipimpinnya berdiri tahun 2003 setelah pecah dengan Desa Margidadi. Dia menuturkan, tahun 2003 menjadi awal terbentuknya desa ini melalui program transmigrasi pemerintah.

“Kami menggelar perayaan ulang tahun desa secara sederhana, namun memiliki makna yang mendalam,” urai Berto.

Dia mengatakan, di umurnya yang ke 57 tahun, alhamdulilah banyak kemajuan yang telah dicapai Desa Margo Rejo. “Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik, kita di Desa Margo Rejo sudah semakin baik, jalan berkhotmix, jalan paving block dan, fasiliras desa lainnya yang sangat memadai,” katanya.

Demikian juga jalan jalan desa alhamdulilah sudah bagus semua, jalan jalan baru ke rumah yang terisolir juga sudah ada, sehingga masyarakat lebih mudah berinteraksi sosial dan dengan adanya jalan baru tersebut, ternyata berimbas ke peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat kami di Desa Margo Rejo, rata rata berpenghasilan dari pertanian, alhamdulilah dengan adanya jalan baru, mereka lebih mudah mengangkut hasil pertanian mereka,” ujarnya.

Atas kemajuan ini, tentunya bukan hasil kepala Desa, namun ini murni hasil kebersamaan dengan seluruh masyarakat Margo Rejo.

“Semoga para pemimpin pemimpin yang pernah jadi kepala Desa, diberikan yang terbaik oleh Allah, yang telah mendahului kita semoga amal ibadahnya diterima, dan yang masih hidup semoga diberikan kesehatan dan kemudahan,” harapnya.

Camat Jizwan Effendi dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan HUT Desa Margo Rejo ke-57 yang sarat nilai sejarah.

“Meskipun dirayakan secara sederhana, peringatan ini mengandung makna mendalam. Ini bentuk penghargaan kepada para tokoh pendiri yang telah berjuang membangun desa ini dari nol. Ke depan, kita berharap peringatannya dapat lebih meriah agar generasi muda tidak melupakan sejarah desa,” ujar Camat.

Ia juga mendorong pemerintah desa agar terus melibatkan masyarakat dalam pembangunan.

“Kita semua punya tanggung jawab besar untuk memajukan desa ini, apalagi Desa Margo Rejo adalah desa yang produktif. Pembangunannya harus menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tambahnya. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *