Kamis, September 10, 2026
Lampung Selatan

Oknum Ketua KKG PAI Diduga Pungli ke Seluruh Kepala Sekolah SD di Jati Agung

Jati Agung, hariansatelit.com

Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI Kecamatan Jati Agung Eko Susanto, S. Pd. I yang juga kepala sekolah SDN 1 Margomulyo diduga kuat melalukan pungutan liar (Pungli) kepada 50 kepala sekolah SD se-Kecamatan Jati Agung.

Untuk memuluskan aksinya, dia menggelar kegiatan berkedok pentas seni pendidikan agama islam (PAI). Setiap siswa ditarik sebesar Rp 600 per siswa. Sementara itu di Kecamatan Jati Agung terdapat siswa SD sekitar 13.000 murid. Jadi, ketua KKG PAI Jati Agung diduga berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 7.800.000.

Para kepala sekolah SD pada bingung karena dana tersebut tidak masuk ke dalam RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) dan ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Dana tersebut tidak bisa dimasukkan ke Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Rupanya aksinya tidak mendapat respon dari para kepela sekolah. Dari 50 Kepala Sekolah, hanya 16 kepala sekolah lantaran sudah membayar. Sisanya sebanyak 34 kepala sekolah memilih abstain walaupun sudah membayar.

Sampai Rabu (9/9/2026) hanya 16 sekolah dari 50 sekolah SD yang mendaftar kegiatan pentas seni agama.

Acara pentas seni PAI yang bakal digelar di SD Ulul Albab pada Sabtu taggal 19 September 2026 yang akan menampilkan enam pertandingan/perlombaan. Ke-enam tersebut yakni; musabaqo tilawatil quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an atau MTQ), Azan, kaligrafi, pidato dan fashion show.

Guru Agama SD Ulul Albab Ralim, S. Pd mengatakan sampai hari Rabu (9/9/2026) baru 16 sekolah yang mendaftar untuk kegiata pentas seni agama.

Kegiatan pentas seni agama di Kecamatan Jati Agung merupakan kali pertama sepanjang sejarah semenjak ketua KKG PAI dijabat Eko Susanto, S. Pd. I.

Sejumlah kepala sekolah menyampaikan keluhan terkait dugaan panarikan biaya kegiatan keagamaan yang dikelola Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI).

Sementara itu kepala sekolah mengaku bingung mau memasukkan tarikan dana itu ke Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui sisi mana. “Dana tarikan itu kalau tidak bisa dimasukan ke LPj BOS, ya terpaksa ngocek dari kantong sendiri. Padahal murid saya cukup lumayan. Jadi, ya lumayan juga bayarnya ke pak Eko. Bingung saya ini pak,” cetus dia.

Kepala sekolah SD lainnya mengatakan semua sekolah ditarik biaya Rp 600 persiswa untuk kegiatan pentas seni PAI yang bakal digelar di SD Ulul Albab pada Sabtu taggal 19 September 2026.

“Kami ditarik biaya Rp 600 persiswa untuk kegiatan pentas seni PAI. Padahal saya tidak ngirim utusan untuk mengikuti kegiatan tersebut,” katanya, Rabu (9/9/2026).

Kepala sekolah lainnya mengaku tidak pernah mengikuti rapat panitia persiapan panitia pentas seni PAI. “Saya tidak tahu apa saja yang bakal dilombakan. Yang jelas saya sidah bayar lunas,” ujar dia.

Ketua Ormas Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Hermansyah TR. SH mengatakan Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI Kecamatan Jati Agung Eko Susanto, S. Pd. I kan guru agama dan dia sebagai ustad yang memiliki Pondok Pesantren di Desa Margpmulyo.

“Pastilah dia tahu persis kalau melakukan pungutan liar hukum syar’i bagaimana. Jangan sampai aksinya itu dibungkus berkedok kegiatan.

Dia meminta kepada kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan dan Inspektorat Lampung Selatan untuk memangil ketua KKG PAI Kecamatan Jati Agung Eko Susanto, S. Pd. I untuk dimintai keterangan.

Herman akan membentuk tim investigasi untuk mencari data dan keterangan kepada seluruh kepala sekolah SD se-Kecamatan Jati Agung. “Apabila data dan keterangan sudah terkumpul, barulah kita adukan permasalahan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kalianda Lampung Selatan,” tegasnya, Kamis 10/9/2026).

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI Kecamatan Jati Agung Eko Susanto, S. Pd. I ketika hendak dikonfirmasi tidak ada ditempat.

“Bapak sedang keluar,” kata beberapa orang dewan guru SDN 1 Margo Mulyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *