Minggu, Agustus 2, 2026
Lampung Tengah

Pimpinan dan Empat Karyawan PNM Mekaar Kalirejo Diduga Meneror Anak Nasabah

Lampung Tengah, hariansatelit.com

Seorang karyawati Pemodal Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Tanggerang  inisial Ns asal Lampung, mengundurkan dari dari pekerjaannya dan pulang ke rumah diduda mendapat teror dari pimpinan dan empat karyawan Mekaar Kalirejo Lampung Tengah.

Kepada media ini Ns mengatakan pimpinan dan empat karyawan Mekaar Kalirejo mengirim pesan singkat melalui WhatsApp yang dinilai kurang pantas kepada dirinya.

Hal tersebut lantaran ibunya meminjam uang di Mekaar Kalirejo. Padahal itu bukan tanggung jawabnya, karena itu pinjaman pribadi orang tuanya.

“Orang tua saya masih sanggup membayarnya sendiri  tanpa melibatkan saya,” tukasnya.

Akibat teror dari pimpinan dan empat karyawan Mekaar Kalirejo itu kini dirinya merasa terganggu  dan tidak nyaman lagi bekerja, karena  rekan sekantornyapun menjadi tahu atas kajadian tersebut.

“Saya benar-benar dipermalukan  dan dicemarkan nama saya,” cetusnya.

Lebih lanjut Ns mengakui seolah-olah dirinya sengaja dibuat tidak nyaman dalam bekerja, sehingga berakibat timbul niat mengundurkan diri dan pulang ke Lampung serta harus kehilangan pekerjaan.

Lalu lanjut Ns, dirinya masih menyimpan pesan-pesan yang mereka kirim melalui WhatsApp ke dirinya.

“Saya masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya hingga benar-benar lengkap dan selanjutnya saya berencana akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Pimpinan Mekaar Kalirejo Lampung Tengah Abdul Aziz, saat dikonfirmasi Sabtu (01 Agustus 2026) melalui WhatsApp dan voice note dan bahkan ditelephon tidak mau menjawab.

Sementara orang tua Ns saat dikonfirmasi , menyesalkan tindakan yang dilakukan pimpinan beserta empat karyawan Mekaar Kalirejo Lampung Tengah.

Mereka semestinya berpikir dulu sebelum bertindak, dikaji dulu apakah tindakan mereka itu merugikan orang lain atau tidak.

“Orang tua mana yang tidak sakit bila melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Saya berharap pihak berwajib bisa memberikan keadilan  kepada anak saya,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *