Kelautan, Koperasi dan Anak Jadi Prioritas Pembangunan Tanggamus
Tanggamus, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan di sektor kelautan, koperasi, dan perlindungan anak melalui peringatan Hari Kelautan Nasional, Hari Koperasi Indonesia, dan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan dalam upacara yang digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Senin 27 Juli 2026.
Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi menegaskan pembangunan sektor kelautan dan perikanan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Berbagai program strategis terus dijalankan, mulai dari pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, peningkatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, bantuan sarana dan prasarana, hingga pelestarian kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove dan terumbu karang.
“Kita terus berkomitmen memajukan pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai program strategis agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Agus Suranto saat membacakan amanat Bupati.
Pada momentum Hari Koperasi Indonesia, Bupati juga menyoroti peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional. Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mampu memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, sekaligus memperkuat pemasaran produk-produk lokal.
“KDKMP akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, dan memperluas pemasaran produk lokal,” lanjutnya.
Sementara dalam peringatan Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital.
Bupati mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai agar anak tidak terpapar dampak negatif teknologi yang dapat memengaruhi kesehatan mental maupun pembentukan karakter.
“Mari kita hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara perhatian. Batasi layar kaca, perbanyak komunikasi langsung, dan ajarkan mereka etika serta ketahanan mental yang kuat agar tidak mudah tergerus dampak negatif teknologi,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata kepada enam sekolah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan dukungan kepada empat sekolah yang akan mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional, yakni SD Negeri 1 Way Jaha, SD Fransiskus Gisting, SMP Negeri 1 Sumberejo, dan SMP Negeri 1 Gisting. Diharapkan keempat sekolah tersebut mampu meraih prestasi sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Tanggamus di tingkat nasional. (Tans)
