Minggu, Juni 14, 2026
Metro

Produk Lokal Metro Diharapkan Tembus Pasar Nasional

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro perkuat sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui berbagai program pembinaan, fasilitasi perizinan, hingga perluasan akses pasar, produk-produk unggulan lokal didorong untuk naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gebyar Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Metro, yang digelar di Gedung Sesat Agung, Kamis (11/06/2026).

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa IKM dan UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja.

“Perkembangan usaha ekonomi produktif di Kota Metro menunjukkan tren yang sangat positif. Ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan produktif. IKM dan UMKM tidak hanya menggerakkan roda perekonomian, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bambang.

Menurutnya, Pemkot Metro terus mengoptimalkan pemanfaatan Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar produk lokal.

“Melalui program BBI dan P3DN, produk-produk unggulan Metro memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kami ingin produk lokal tidak hanya berjaya di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing dan dikenal di tingkat regional hingga nasional,” tegasnya.

Bambang menambahkan, Gebyar IKM menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, satuan pelayanan pemenuhan gizi, perguruan tinggi, sekolah, hingga pihak-pihak yang membutuhkan produk dan jasa lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Metro, Ardah, mengatakan sektor industri memiliki peran vital dalam menciptakan nilai tambah ekonomi melalui proses pengolahan bahan baku menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi.

“Industri merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kota Metro. Melalui inovasi dan kreativitas, bahan baku dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ardah mengungkapkan, hingga tahun 2025 Kota Metro tercatat memiliki 2.215 unit industri, dengan 204 industri telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pelaku usaha untuk mengembangkan industri yang tertib administrasi dan berorientasi pada daya saing.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Metro tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga hadir sebagai mitra yang aktif mendampingi pelaku usaha agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *