Selasa, April 21, 2026
Lampung Selatan

Universitas Muhammadiyah Kalianda Tanam 500 Mangrove di Pulau Sebuku

Lampung Selatan, hariansatelit.com

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kalianda yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menanam 500 bibit mangrove di kawasan pesisir pantai, Pulau Sebuku, Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan, Meysur Cindy Ahmad Syarif, di Kalianda, Selasa mengatakan, aksi lingkungan ini bukan sekadar penanaman biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat benteng alam di pesisir pantai.

“Fokus pada lingkungan hidup menjadi prioritas kami. Penanaman 500 bibit mangrove ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mencegah abrasi di Pulau Sebuku,” kata dia.

Ia berharap, ratusan bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh menjadi ekosistem yang sehat, yang nantinya akan menjadi habitat bagi berbagai biota laut serta memperkuat ekowisata di Pulau Sebuku.

Tidak hanya penanaman mangrove, kata dia para mahasiswa juga melukakan aksi sosial dengan membersihkan sampah di sepanjang pantai untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Meysur Cindy Ahmad Syarif, menjelaskan aksi tersebut merupakan bagian utama dari Program IMM Masuk Desa, sebuah agenda pengabdian masyarakat yang menjadi Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca-pelaksanaan Darul Arqam Dasar (DAD).

“Sebanyak 12 mahasiswa UM Kalianda melaksanakan berbagai kegiatan sosial di Pulau Sebuku untuk mendedikasikan diri selama enam hari di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa terjun langsung ke lapangan merupakan cara kader untuk menguji kepedulian sosial.

“Ini adalah pengejawantahan dari Trilogi IMM yakni keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan. Kami ingin kader hadir sebagai solusi. Dengan menanam mangrove, kita sedang menanam masa depan bagi ekosistem dan masyarakat lokal,” ujar Meysur.

Selain fokus pada lingkungan, selama enam hari di Pulau Sebuku, para mahasiswa juga menjalankan berbagai program di sektor pendidikan, aksi sosial, serta pengembangan potensi pariwisata lokal untuk memotivasi generasi muda setempat.

Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Sebuku sekaligus membentuk karakter kader yang tangguh dan peka terhadap isu lingkungan global.

Sementara itu, Camat Rajabasa Firdaus, menekankan agar program mahasiswa bersinergi dengan visi pemerintah daerah, khususnya dalam aspek kebersihan dan keindahan lingkungan (ABRI).

“Aksi penanaman mangrove ini sejalan dengan arahan Bupati Lampung Selatan yang mengedepankan aspek kebersihan dan keindahan lingkungan,” katanya. (siahaaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *