Minggu, April 14, 2024
Pringsewu

Pringsewu Tetapkan 30 Pekon Jadi Lokasi Intervensi Penurunan Stunting

Pringsewu, hariansatelit.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu menetapkan 30 pekon menjadi lokasi fokus intervensi penurunan stunting.

Lokasi yang menjadi fokus intervensi itu, angka stunting paling tinggi mencapai 16,33 persen di Pekon Banjerejo. Kemudian 15,94 persen di Mulyorejo, dan 15,63 persen di Pekon Enggalrejo.

“Ketiga pekon itu, merupakan lokasi lanjutan,” kata Sekdakab Pringsewu Heri Iswahyudi, pada Pertemuan Koordinasi/ Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu 2023 Kabupaten Pringsewu, Rabu (29/11/2023).

Menurut Heri, posyandu terintegrasi merupakan salah satu cara penurunan angka stunting di Kabupaten Pringsewu. Mengingat, posyandu merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Dengan adanya posyandu terintegrasi yang menambah tugas dan kewajiban kader, membutuhkan semangat pantang menyerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan perlu didukung oleh aparat pekon untuk diapresiasi keberadaan dan kiprahnya selama ini.

Sekdakab Pringsewu mengatakan, melalui Dinas Kesehatan, terus mengaktifkan penyelenggaraan posyandu terintegrasi dengan menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, fasilitasi dan advokasi oleh Pokjanal Posyandu (Kelompok Kerja Operasional Pos Pelayanan Terpadu) yang berkedudukan di tingkat pekon untuk ditindaklanjuti dengan baik.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Rahmadi Basyari menjelaskan, koordinasi berlangsung dua hari, 29-30 November 2023. Diikuti 40 peserta dari unsur kepala pekon/lurah dan TP PKK pekon lokasi stunting.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan komitmen anggota tim dalam mewujudkan terselenggaranya kegiatan posyandu terintegrasi.

Dia mengharapkan, peserta yang telah telah memperoleh informasi dan ilmu dari pemateri dapat menularkan kepada masyarakat dan pihak terkait lainnya. Hal ini untuk terus memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

“Sebab kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia serta memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia,” tukasnya. (Sanusi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *