Sabtu, Februari 24, 2024
Metro

Pemkot Metro Tekan Inflasi Melalui Supply dan Demand

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tingkat Nasional mingguan, bersama Kementerian Dalam Negeri RI , melalui Via Zoom yang berlangsung di Command Center Bappeda Kota Metro, Senin (13/11/2023).

Dalam arahan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Indonesia setiap bulannya hampir meningkat, akan tetapi ada beberapa daerah masih dikategorikan persentasi inflasinya menurun dan sangat baik. Masalah-masalah domestik internal, tahun politik, masalah musim kekeringan bahkan yang lain menjadi faktor dari kenaikan inflasi.

Tito juga mengatakan bahwa inflasi Indonesia dibandingkan global relatif terkendali di angka 2,56 persen secara tahunan year on year atau yoy pada Oktober 2023, dan Indonesia masih berada di level terendah atau berada di peringkat 6 di antara negara G-20 dan peringkat 141 dari dari 186 negara dunia.

“Ini artinya bagus, inflasi kita masih terkendali aman sebesar 2,56 persen (yoy). Kita masih di peringkat yang tergolong rendah 141 dari 186 negara dunia,” ungkapnya.

Selain itu, inflasi Oktober 2023, masih jauh lebih rendah dibandingkan Oktober 2022, sebesar 5,71 persen (yoy). Sesuai dengan perintah yang diberikan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) pemerintah akan selalu berupaya untuk tetap menjaga tingkat inflasi Indonesia terkendali, apalagi situasi global saat ini dinilai masih penuh ketidakpastian.

“Karena situasi eksternal terutama perang Rusia dan Ukraina diperburuk lagi dengan adanya perang Israel dan Hamas, ketegangan-ketegangan politik lain, kenaikan suku bunga federal yang mengakibatkan gejolak keuangan, serta Dolar yang menguat sehingga beberapa mata uang negeri lainnya melemah,” ujarnya.

Tito berharap seluruh kepala daerah melakukan pemantauan ke lapangan secara konsisten dengan mendorong satgas pengendalian inflasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Bulog Cahyaningtiyas Respinatri menuturkan bahwa saat ini Bulog telah melakukan beberapa upaya untuk mengstabilisasi harga pangan nasional dengan melakukan pengecekan terhadap ketahanan pasokan dan ketahanan pangan.

“Terutama dalam konten sinergi dengan kementerian lembaga pemerintah pusat dan pemerintah daerah, melalui pendekatan dari sisi supply and demand,” terangnya.

Tak hanya itu, Bulog juga melakukan pendekatan melalui media dengan menginformasikan kegiatan sterilisasi yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Bulog untuk menunjukan kesiapan pemerintah atas kemampuan sterilisasi pasar.

“Posisi stok Bulog saat ini sebanyak 1.316.161 Ton dan stok kormensial 93.363 Ton yang tersebar di seluruh Indonesia,”bebernya. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *