Minggu, Maret 3, 2024
Lampung Timur

Gubernur Arinal Panen Alpukat Siger Batu Bersama Petani di Gunung Balak

 

Lampung Timur,hariansatelit.com

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi panen Alpukat Siger Batu bersama petani di Desa Giri Mulyo, Gunung Balak, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (06/09/2023).

Menurut Gubernur, Suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang luar biasa, dapat bersama-sama masyarakat Desa Giri Mulyo dapat memetik Alpukat Siger, buah unggul lokal yang dikembangkan oleh petani Lampung Timur, melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) hasil sinergitas Pemerintah Provinsi Lampung, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih – Way Sekampung (BPDAS WSS) dan masyarakat setempat.

“Saya sangat bahagia, sudah dua kali saya dalam satu bulan ini panen buah di Lampung Timur, yang pertama kelengkeng di Desa Gedung Dalem, Kecamatan Batanghari Nuban, disaat di daerah lain di Indonesia import kelengkeng, Lampung Timur malah panen Kelengkeng dan jadi contoh untuk daerah lain,” ucap Gubernur.

“Kemudian sekarang Panen Alpukat, Saya sangat terkesima, di daerah yang tanahnya penuh batu ini, bahkan ada yang sampai 50 meter kebawah, tapi malah berhasil budidaya Alpukat dan menjadi sentra pembibitan juga. Saya harus beri tahu pak Presiden, di Lampung ada pohon Alpukat yang bisa tumbuh diantara bebatuan,” lanjut Gubernur dengan bangga.

Menurut Gubernur kegiatan ini merupakan contoh nyata keberhasilan rehabilitasi lahan dengan bibit produktif. Gubernur berharap kegiatan rehabilitasi lahan dengan bibit _Multy Purpose Tree Species (MPTS)_ atau tanaman kekayuan yang bersifat multiguna karena bermanfaat dari segi ekologi maupun dari segi ekonomi seperti Alpukat ini juga dapat dilaksanakan di lahan-lahan yang tidak produktif di desa-desa lainnya.

“Jenis tanaman ini dapat juga dikembangkan untuk rehabilitasi kawasan hutan, supaya pohonnya dirawat dan tidak ditebang. Sehingga fungsi ekologisnya terjaga, fungsi ekonominya dirasakan oleh petaninya. Dinas Kehutanan harus terus bersinergi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih – Way Sekampung (BPDAS WSS) agar dapat mewujudkan rehabilitasi hutan dan lahan,” ujar Gubernur.

Namun demikian, Gubernur juga mengingatkan masyarakat setempat, bahwa Gunung Balak Register 38 adalah daerah hutan lindung, yang artinya masyarakat boleh menggunakan lahannya untuk kegiatan ekonomi namun dengan tetap menjaga fungsi ekologisnya.

Saya berpesan agar bapak-ibu semua jangan melanggar apa yang telah menjadi keputusan pemerintah, bahwa ini adalah kawasan hutan lindung, jadi tolong jangan dijadikan sertifikat, tetapi silahkan digunakan untuk kepentingan ekonomi, saya akan bantu pembuatan sumur bor, tadi sudah janjian sama wakil bupati, dia buat dua sumur bor, saya buat tiga sumur bor, atau saya yang akan buat semua sumur bor, tapi tolong bupati jalannya dibagusin,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan Peralatan Agroforestry dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yakni Gapoktan Agromulyo Lestari, Gapoktan Tunggal jaya, dan Gapoktan Sumberjaya berupa Tank Semprot, Mesin Pencacah rumput dan ranting, serta Sepatu bot dengan nilai Rp.10juta untuk setiap gapoktan.

Asnawi Ketua Gapoktan Agromulyo Lestari mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat di desa Giri Mulya sangat senang dan bahagia bisa dikunjungi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Keberhasilan desanya dalam membudidayakan Alpuka Siger ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan arahan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kehutanan dan BPDAS WSS.

“Alhamdulillah kami sangat senang sekali, karena belum pernah ada Gubernur yang berkunjung kesini sebelumnya pak, jadi sekali lagi kami ucapkan terimakasih, terutama untuk semua bantuan dan pembinaan yang diberikan untuk desa kami,” ucapnya.

Menurut Asnawi Keunggulan Alpukat Siger ini ukurannya besar, Genjah (cepat berbuah), rasanya enak dan bijinya kecil serta bisa beradaptasi dengan kondisi tanah. Saat ini Alpukan ini telah dibudidaya dilahan seluas kurang lebih 345 hektar dengan usia yang bervariatif dan diperkirakan akan mencapai masa produksi maksimal pada tahun 2025.

Di Desa Giri Mulyo, Selain panen buah Alpukat, Gubernur Arinal Djunaidi juga menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah warga untuk berbincang-bincang dan menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi lampung berupa paket sembako dan dua buah kursi roda. (Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *