Minggu, November 8, 2026
Metro

PPTI-Dinkes-TP PKK Kota Metro Kunjungi 5 Keluarga Penderita TBC

Metro, hariansatelit.com

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Metro bersama Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Metro, memperkuat gerakan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan bakti sosial, edukasi kesehatan, dan kunjungan langsung kepada keluarga penderita di wilayah Kecamatan Metro Timur, Sabtu (7/11/2026).

Kehadiran Ketua Kehormatan PPTI Cabang Kota Metro, Ny. Eni Sumiyati Bambang, S.IP., bersama jajaran PPTI mengunjungi lima rumah warga penderita TBC di wilayah Kecamatan Metro Timur, dilakukan tidak hanya memperkuat gerakan melalui koordinasi dan edukasi, melainkan sebagai wujud aksi sosial secara langsung.

Sebanyak lima rumah disambangi, yang mana merupakan tempat tinggal warga penderita. Untuk karateristik usia mulai dari 0 hingga 66 tahun. Rentang usia tersebut menjadi pengingat bahwa TBC dapat menyerang berbagai kelompok usia, sehingga membutuhkan kewaspadaan, pemeriksaan, dan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing penderita.

Dalam kunjungan tersebut, Ny. Eni bersama jajaran PPTI tidak hanya melihat secara langsung kondisi penderita dan keluarganya, tetapi juga berdialog, memberikan motivasi, serta menyerahkan bantuan berupa paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga, sekaligus menjadi bentuk dukungan sosial bagi mereka yang sedang mendampingi anggota keluarganya menjalani pengobatan.

Lebih dari sekadar bantuan materi, kunjungan tersebut juga membawa pesan penting mengenai penguatan mental dan semangat kesembuhan. Dimana pada saat berkunjung, Ny Eni memberikan motivasi kepada para penderita agar tidak kehilangan harapan, tetap percaya diri, dan menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Jangan khawatir dan jangan putus asa, TBC itu bisa disembuhkan. Yang penting, obatnya diminum secara teratur, pengobatannya jangan sampai terputus, dan harus dijalani sampai tuntas sesuai anjuran dokter. Jadi, tetap semangat, jangan malu, dan jangan merasa minder. Dengan pengobatan yang benar dan dukungan keluarga, kita berharap semuanya bisa kembali sehat,” ungkap Ny. Eni.

Ia juga mengingatkan bahwa penderita TBC membutuhkan dukungan dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya. Menurutnya, penyakit tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi siapa pun untuk mengucilkan atau memberikan perlakuan diskriminatif terhadap penderita.

Selain memberikan bantuan dan penguatan moral, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi mengenai penanganan dan pencegahan TBC, khususnya kepada anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan penderita. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *