Pemkab Tubaba Perkuat Kesiapan RSUD sebagai Lokus PHTC
Tulang Bawang Barat, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba agar dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setelah seluruh pembangunan serta pengadaan sarana dan prasarana selesai.
Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Koordinasi Peran Pemerintah Daerah dalam Percepatan Pembangunan RSUD Tubaba sebagai Lokus PHTC Group 3, yang diikuti Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama jajaran Kepala OPD terkait dan Direktur RSUD Tubaba secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (30/09/2026).
Dalam rapat tersebut ditekankan bahwa kesiapan RSUD Tubaba tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), perizinan, alat kesehatan (Alkes), tata kelola rumah sakit, serta berbagai aspek operasional sesuai dengan persyaratan Rumah Sakit Tipe C.
Perwakilan Deputi Polhukam PMK, Teguh Permana, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah perlu terus diperkuat. Komitmen tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain itu, dalam pengelolaan rumah sakit dengan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemerintah daerah perlu memperhatikan kemampuan pendapatan rumah sakit. Ketergantungan pembiayaan terhadap pemerintah daerah masih perlu diantisipasi, terutama untuk memastikan kebutuhan pemeliharaan serta keberlanjutan pelayanan rumah sakit dapat terpenuhi.
Sementara itu, Basuki Haryono dari KPK menekankan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mempercepat kesiapan operasional RSUD Tubaba. Hal tersebut meliputi dukungan administrasi dan perizinan, penyediaan SDM, peningkatan pembiayaan operasional, serta kesiapan sumber daya pendukung, termasuk kebutuhan daya listrik (power) untuk menunjang operasional rumah sakit.
“Jangan sampai setelah pembangunan selesai, pengiriman dan uji fungsi alat selesai, rumah sakit belum dapat beroperasi karena terkendala SOTK, perizinan, akreditasi, kredensialing BPJS maupun kesiapan SDM,” demikian salah satu poin yang mengemuka dalam rapat.
Hal tersebut sejalan dengan arahan agar Pemerintah Kabupaten Tubaba mulai mempersiapkan seluruh persyaratan operasional secara paralel. Persiapan tersebut termasuk penyesuaian penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan ketentuan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 serta kebijakan terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Rumah Sakit Tipe C.
Berdasarkan progres yang disampaikan Direktur RSUD Tubaba, dr. Pram, pembangunan RSUD Tubaba saat ini telah mencapai 61,9 persen dan diperkirakan pada minggu ini progres pembangunan dapat mencapai sekitar 70 persen. (Joli)
