Pemkot Metro Tekan Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA
Metro, hariansatelit.com
Pemerintah Kota Metro turut memperkuat upaya transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data melalui replikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) yang dikembangkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama Antardaerah serta Perjanjian Kerja Sama Replikasi dan Pemanfaatan SISGITA yang diikuti 58 pemerintah daerah di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026).
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus mengikuti proses penandatanganan kerja sama replikasi dan pemanfaatan SISGITA.
SISGITA merupakan inovasi yang mengintegrasikan data geospasial pertanahan dengan data perpajakan, khususnya data bidang tanah dan objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Metro akan mereplikasi sistem yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta karakteristik data pertanahan dan perpajakan di Kota Metro.
Pemanfaatan sistem terintegrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinkronisasi data antara pemerintah daerah dengan data pertanahan, sehingga potensi perbedaan atau ketidaksesuaian data dapat lebih mudah diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Salah satu manfaat yang dapat diperoleh melalui integrasi tersebut adalah membantu pemerintah dalam mendeteksi perubahan kepemilikan maupun kondisi objek pajak. Misalnya, ketika kepemilikan suatu bidang tanah telah berubah, tetapi data perpajakan masih tercatat atas nama pemilik sebelumnya, kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk dilakukan pemutakhiran data.
Bagi Pemerintah Kota Metro, penerapan SISGITA menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pemerintahan sekaligus upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data daerah.
Integrasi data pertanahan dan perpajakan juga diharapkan dapat mendukung peningkatan akurasi basis data PBB-P2, optimalisasi potensi pendapatan daerah, serta penyediaan informasi yang lebih baik dalam mendukung pengambilan kebijakan pembangunan.
Kerja sama antardaerah tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi dan berbagi inovasi pemerintahan, di mana inovasi yang telah dikembangkan oleh satu daerah dapat dimanfaatkan dan disesuaikan oleh daerah lain sesuai kebutuhan masing-masing.
Dengan replikasi SISGITA, Pemkot Metro diharapkan dapat terus mendorong pemanfaatan teknologi dan data dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga pengelolaan pertanahan dan perpajakan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, transparan, dan akuntabel. (Hendi)
