Tim Karhutla Kodim Lamsel Helat Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan
Lampung Selatan, hariansatelit.com
Tim Penyuluhan Karhutla di wilayah Kodim 0421/Lamsel selenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan tema “Masyarakat Peduli Karhutla” sebagai bentuk sinergitas Forkopimda, TNI, Polri, dan Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, pada Selasa (1/9/2026) tersebut dihadiri sekitar 50 peserta, merupakan warga masyarakat pesisir Rajabasa yang domisilinya juga bersentuhan langsung dengan gunung Rajabasa.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla, Brigjen TNI Bangkit Rahmat Tri Widodo, M.Si (Han) beserta Tim, Kadis Damkarmat Lamsel, M. Sefri Masdian, Kalak BPBD, Maturidi, serta Camat Rajabasa, Firdaus.
Dalam sambutannya, Kolonel Adm TNI AU, Muhammad Sukirno, mewakili Brigjen TNI AD, Bangkit Rahmat Tri widodo, menjelaskan, garis depan wilayah Rajabasa bukanlah Pemadam Kebakaran, BPBD, TNI maupun kepolisian, melainkan masyarakat Rajabasa sebagai tulang punggung pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Mari, semua elemen masyarakat Rajabasa, dari tokoh adat hingga warga paling ujung desa, untuk mengubah cara pandang kita dari tidak peduli menjadi peduli, dari siaga menjadi waspada,” ujar Sukirno.
“Menghadapi cuaca panas yang berkepanjangan sebagai dampak dari El Nino, mari kita sama-sama menjaga agar jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tambah Sukirno lagi.
Sementara itu, Sefri Masdian yang hadir sebagai Nara sumber menjelaskan, pengaruh utama El Nino adalah menurunnya curah hujan yang memicu musim kemarau lebih panjang dan kering dari biasanya. Hal ini sangat berdampak pada sektor pertanian, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, sektor energi dan lain-lain.

Berdasarkan data hingga 31 Agustus 2026,, sebanyak 128 peristiwa kebakaran telah terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, 55 diantaranya adalah kebakaran lahan.
Kebakaran lahan yang terjadi, jelas Sefri, semuanya akibat dari aktivitas manusia, baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di area kering yang mudah terbakar, pembakaran sampah disekitar area rawan kebakaran tanpa adanya pengawasan yang ketat.
“Dari data yang kami miliki, kebakaran lahan semuanya akibat aktifitas manusia. Seperti akibat pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan,” jelas Sefri.
“Oleh karenanya, melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat semakin sadar dan peduli untuk tidak membakar lahan serta ikut berperan aktif menjaga lingkungan,” jelas Sefri lagi.
“Jika menemukan atau melihat orang membakar sampah pada area yang dapat memicu kebakaran atau membuka lahan dengan cara dibakar, tolong di ingatkan. Bahaya, itu dapat memicu terjadinya kebakaran,” tambah Sefri.
Sebagaimana diketahui, pada 21 Agustus yang lalu, hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mengalami kebakaran. Dari analisa tim, diduga kuat, kebakaran diakibatkan aktivitas pemburu liar yang membuat perapian dan lalai mematikannya. Hal ini mengakibatkan sekitar 912, 49 ha lahan terbakar.
Akses menuju titik api yang sulit dijangkau membuat api cepat menyebar. Tak kurang dari 250 tim diterjunkan kelokasi dan akhirnya, setelah melalui 8 hari, pada 28 Agustus 2026 api benar-benar dinyatakan padam.
“Kita memiliki Gunung Rajabasa yang luasnya mencapai 5.200,5 hektar. Mari kita secara bersama untuk menjaganya agar tetap hijau, tetap memberikan penghidupan kita semua,” tutup Sefri. (*)
