Pemkot Metro Kampanyekan Stop Perkawinan Anak, Bullying, dan Penyalahgunaan NAPZA
Metro, hariansatelit.com
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Kampanye Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying, dan Sahabat Baik Anti Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) di Aula SMP Negeri 1 Metro, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para pelajar tersebut menghadirkan narasumber dari DP3AP2KB Kota Metro, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Kampanye dimoderatori oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Metro, Diah Meirawati, yang mewakili Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso.
Kampanye ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Metro untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak, remaja, serta masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai ancaman, seperti perkawinan usia anak, perundungan (bullying), dan penyalahgunaan NAPZA. Ketiga persoalan tersebut dinilai dapat berdampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, perkembangan psikologis, hingga masa depan generasi muda.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga bertujuan membangun lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak sekaligus mendorong lahirnya generasi Kota Metro yang berkualitas, berdaya saing, serta memperoleh pemenuhan hak-haknya secara optimal.
Mewakili Wali Kota Metro, Diah Meirawati mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak.
“Melalui kampanye ini kami ingin meningkatkan pemahaman anak-anak, remaja, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat tentang bahaya perkawinan anak, bullying, serta penyalahgunaan NAPZA. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama agar dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara DP3AP2KB, Kejaksaan Negeri Kota Metro, dan Dinas Kesehatan Kota Metro merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi yang komprehensif kepada para pelajar.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak hanya memahami risiko dan dampak perkawinan anak, bullying, maupun penyalahgunaan narkoba, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi edukatif, mulai dari dampak perkawinan anak terhadap kesehatan dan masa depan, bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, hingga upaya pencegahan bullying guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. (Hendi)
