Sabtu, Juli 11, 2026
Bandar Lampung

Kridit Perbangkan Lampung Capai Rp 114,57 Trilyun dengan Pertumbuhan 5,35%

Bandar Lampung,hariansatelit.com

Sektor jasa keuangan Provinsi Lampung tetap menunjukkan ketahanan yang kuat hingga Mei 2026. Kredit perbankan mencapai Rp114,57 triliun dengan pertumbuhan 5,35 persen, sementara penghimpunan dana masyarakat meningkat 8,77 persen di tengah dinamika ekonomi global.

Kondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I 2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah.” Ungkap Otto Fitriandy, Kepala OJK Provinsi Lampung Jum,at (10/7/2026)

PERKEMBANGAN SEKTOR JASA KEUANGAN

Hingga pertengahan tahun 2026, jaringan kelembagaan lembaga jasa keuangan (LJK) yang beroperasi di Provinsi Lampung tercatat sangat masif dan siap melayani kebutuhan masyarakat, dengan rincian sebagai berikut:

Sektor Perbankan: Terdiri dari 1 Kantor Pusat Bank Umum (BPD Lampung), 23 Bank Perekonomian Rakyat (BPR), 11 BPR Syariah (BPRS), 52 Kantor Cabang Bank Umum Konvensional (KC BU), dan 11 Kantor Cabang Bank Umum Syariah (KC BUS).
Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB): Didukung oleh 1 Modal Ventura, 1 Dana Pensiun, 3 Perusahaan Gadai Swasta, 1 Penyelenggara P2P Lending, 9 Lembaga Keuangan Mikro (LKM), serta 162 Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan.
Sektor Pasar Modal: Diperkuat oleh 1 Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI), 7 Perusahaan Efek, 8 Emiten lokal, 1 Manajer Investasi, 34 Agen Penjual Reksadana (APERD), serta 18 Galeri Investasi yang tersebar di berbagai institusi.

KINERJA PERBANKAN BERKELANJUTAN

Kinerja perbankan di Provinsi Lampung tumbuh solid secara year-on-year (yoy). Penyaluran kredit perbankan Lampung mencapai Rp114,57 triliun atau tumbuh sebesar 5,35% (yoy) (meningkat sebesar Rp5,81 triliun). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tiga pilar utama alokasi kredit, yaitu:

Kredit Modal Kerja sebesar Rp54,64 T (tumbuh 2,17% yoy).
Kredit Investasi sebesar Rp18,93 T (tumbuh 9,00% yoy).
Kredit Konsumsi sebesar Rp40,99 T (tumbuh 8,15% yoy).

Kualitas kredit tetap terjaga dengan sangat baik di bawah threshold aman. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,73% dengan nominal Rp3,13 triliun, sedangkan rasio NPL net berada pada level yang sangat sehat sebesar 1,31%. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Lampung mencapai Rp75,20 triliun, atau tumbuh sebesar 8,77% (yoy) (meningkat sebesar Rp6,06 triliun), dengan kontribusi Tabungan sebesar Rp43,35 triliun, Deposito sebesar Rp19,77 triliun, dan Giro sebesar Rp12,08 triliun (Herwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *