Selasa, Juni 30, 2026
Lampung Utara

Demo IMM di DPRD Lampung Utara Ricuh

Lampung Utara, hariansatelit.com

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Lampung Utara, Senin (29/6/2026).

Demonstrasi tersebut sempat berlangsung ricuh setelah massa memaksa ingin bertemu langsung dengan seluruh anggota DPRD untuk menyampaikan berbagai tuntutan yang mereka bawa.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 13 tuntutan yang mencakup persoalan nasional maupun daerah. Tuntutan itu di antaranya meminta pemerintah menghentikan kenaikan harga bahan pokok, menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), memperkuat nilai tukar rupiah, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.

Kemudian, mengevaluasi Undang-Undang Polri, menghentikan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), mempercepat penanggulangan kemiskinan, menekan angka putus sekolah, memperbaiki infrastruktur, mempercepat reformasi birokrasi dan digitalisasi, serta memberantas pejabat yang dinilai tidak kompeten.

Situasi memanas ketika massa mengetahui tidak ada satu pun anggota DPRD yang berada di kantor. Mahasiswa kemudian berusaha memasuki kompleks DPRD dan mempertanyakan alasan aparat kepolisian melarang mereka masuk ke gedung yang mereka sebut sebagai rumah rakyat. Aksi saling dorong dengan petugas pengamanan pun tidak dapat dihindari.

Untuk meredam ketegangan, Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol Firmansyah menghubungi Ketua DPRD Lampung Utara, M. Yusrizal, melalui sambungan video call WhatsApp. Dalam kesempatan itu, Yusrizal menyampaikan permohonan maaf karena seluruh anggota DPRD sedang mengikuti agenda konsultasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di luar daerah. Ia juga memastikan telah meminta salah seorang anggota DPRD yang berada di sekitar Lampung Utara segera kembali untuk menemui mahasiswa.

Meski demikian, massa tetap bertahan dan kembali mencoba menerobos barikade polisi hingga menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami benturan dan kelelahan. Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan kemudian turun langsung berdialog dengan peserta aksi dan meminta mereka bersabar karena perwakilan DPRD sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

Tidak lama berselang, Anggota DPRD Lampung Utara dari Fraksi Gerindra, William Mamora, tiba di Gedung DPRD dan menemui massa. Atas permintaan mahasiswa, dialog akhirnya digelar di dalam gedung DPRD. William menyatakan seluruh aspirasi mahasiswa diterima dan akan diteruskan kepada pimpinan DPRD serta instansi terkait. Sementara itu, mahasiswa memberikan tenggat waktu 2×7 hari kepada DPRD untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut dan menegaskan akan terus mengawal realisasinya. (Sri Kartini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *