KPw Bank Indonesia Cabang Lampung dan Pemkab Lampung Tengah Percepat Transaksi Pemerintah Daerah
Bandar Lampung,hariansatelit.com
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menegaskan tekad bersama untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026. Acara yang berlangsung
ni menjadi langkah strategis penyusunan peta jalan atau roadmap serta penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Selasa (12/5/2026)
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt Bupati Lampung Tengah, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Lampung Tengah, serta Kepala Cabang Bank Lampung Bandar Jaya. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas lembaga dalam mendorong transformasi digital di wilayah tersebut.
Digitalisasi transaksi pemerintah daerah dinilai menjadi pintu masuk utama dalam membangun ekosistem ekonomi keuangan digital yang kuat. Peningkatan transaksi non-tunai terbukti mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui sistem penerimaan yang tertib, terintegrasi, dan berbasis data. Berdasarkan data Satgas TP2DD tahun 2025, pemerintah daerah yang sudah berada di tahap “Digital” memiliki tingkat realisasi penerimaan dan belanja lebih tinggi, yakni berkisar 35–43 persen dibandingkan daerah yang belum mencapai tahap tersebut. Selain itu, sistem pembayaran digital juga meningkatkan kualitas layanan publik dengan memudahkan masyarakat mengakses pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Hingga akhir 2025, capaian Lampung Tengah dalam digitalisasi transaksi pemerintah daerah sudah menunjukkan hasil yang membanggakan. Berdasarkan penilaian Kejuaraan TP2DD 2025, kabupaten ini menduduki peringkat kedua se-wilayah Lampung dengan skor 80,03 dan resmi masuk ke dalam kategori daerah bertahap “Digital”. Hal ini terlihat dari semakin meluasnya penggunaan kanal pembayaran (Herwan)
