Minggu, Mei 10, 2026
Metro

Pemkot Metro Serahkan Bentor ke Pesantren Bank Sampah Banjarsari

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyerahkan bantuan satu unit kendaraan roda tiga (bentor) kepada Yayasan Pusat Pesantren Bank Sampah di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kamis (08/05/2026).

Penyerahan bentor dilakukan langsung oleh Wali Kota Bambang Iman Santoso, kepada Ketua Yayasan Pusat Pondok Pesantren Bank Sampah Banjarsari, Slamet Riadi di halaman Pesantren Bank Sampah Banjarsari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso, mengapresiasi kiprah Pesantren Bank Sampah yang genap berusia satu tahun. Menurutnya, berbagai gerakan dan inovasi yang dilakukan telah menunjukkan hasil luar biasa dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

“Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi gerakan Pesantren Bank Sampah ini. Meski baru satu tahun berjalan, pergerakan dan terobosannya sudah sangat luar biasa. Ke depan, pemerintah melalui dinas terkait akan memprioritaskan kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung program ini,” ujarnya.

Ia menilai persoalan sampah di Kota Metro dapat diatasi secara bertahap melalui perubahan pola pikir masyarakat. Salah satunya dengan membudayakan gerakan “Malu Buang Sampah Sembarangan”.

“Kalau dalam lima tahun ke depan masyarakat Metro benar-benar terbiasa dengan budaya malu membuang sampah sembarangan, itu akan menjadi pencapaian besar bagi kota ini,” katanya.

Bambang juga berharap konsep bank sampah yang diterapkan di Banjarsari dapat dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Metro. Bahkan, ia berencana memberikan tambahan bentor untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di setiap kecamatan.

Sementara itu, Sekretaris DLH Kota Metro, Yerri Ehwan, mengatakan tasyakuran satu tahun Pesantren Bank Sampah menjadi bukti nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kondisi TPAS saat ini sudah penuh, sehingga diperlukan gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPA,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan bank sampah menjadi garda terdepan dalam membantu pengurangan volume sampah di lingkungan masyarakat sebelum berakhir di TPAS Karang Rejo, Metro Utara.

Di lokasi yang sama, Ketua Pesantren Bank Sampah, Slamet Riadi, menjelaskan bahwa bantuan bentor akan dimanfaatkan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah dari masyarakat.

Ia mengatakan sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah kering diolah menjadi berbagai kerajinan seperti kursi dan produk kreatif lainnya, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk kompos.

“Kalau sampahnya banyak, kami jemput menggunakan bentor. Kalau sedikit, masyarakat mengantarkan sendiri ke bank sampah,” ungkapnya. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *