Bupati Tubaba Realisasikan 5 Program Prioritas
Tulang Bawang Barat, hariansatelit.com
Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P menyerahkan bantuan sosial hasil kolaborasi Baznas Tubaba dengan Pemerintah Kabupaten, sekaligus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro bagi masyarakat hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten dengan Bank Lampung bertempat di Aula Kecamatan Lambu Kibang, pada Rabu (28/04/2026).
Bupati Novriwan Jaya menjelaskan alasan mengapa infrastruktur berada di urutan kelima, sementara kesehatan menduduki peringkat pertama yamg dikenal dengan Program Tubaba Q Sehat.
“Apa gunanya uang segudang jika kita tidak sehat? Kesehatan adalah prioritas utama karena menyangkut nyawa dan menjadi dasar penilaian pusat terhadap daerah melalui angka harapan hidup,” tegas Novriwan.
Ia memaparkan kemajuan signifikan di sektor kesehatan, termasuk fasilitas cuci darah di RSUD Tubaba yang diprediksi mampu menghemat uang masyarakat hingga Rp60 miliar per tahun yang selama ini “lari” ke luar daerah.
Selain kesehatan, pendidikan menempati posisi kedua melalui program Tubaba Q Cerdas, disusul pemberdayaan ekonomi melalui Tubaba Q Berdaya, dan lingkungan hidup. Terkait infrastruktur, Novriwan jujur mengakui kondisi anggaran global yang sulit, namun ia berkomitmen tetap mengusulkan perbaikan melalui skema Inpres ke pemerintah pusat.
Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula penyaluran KUR Super Mikro perwujudan dari Program Tubaba Q Berdaya sebagai mesin penggerak ekonomi di lapisan masyarakat terdalam. Uniknya, para penerima manfaat KUR ini secara otomatis mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian).
“Target saya, setiap tiyuh (desa) minimal ada perputaran uang 1 miliar rupiah dari sektor usaha. Jika uang beredar di tengah masyarakat meningkat, maka pendapatan per kapita warga Tubaba juga akan naik secara otomatis,” tambah Bupati.
Sementara itu, Ketua Baznas Tubaba, H. Purwanto, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Baznas Tubaba saat ini menduduki peringkat pertama di Provinsi Lampung. Hal ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satu terobosan yang menarik perhatian adalah pemberian santunan kepada personel Linmas dan penggali makam. “Atas gagasan Bapak Bupati, Linmas dan penggali makam dimasukkan dalam kategori 8 asnaf karena mereka adalah pekerja ikhlas yang bekerja tanpa berharap upah tetap. Masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp150.000,” ujar Purwanto.
Selain itu, diluncurkan pula program bantuan modal usaha mikro sebesar Rp500.000 bagi pedagang kecil yang disertai dengan edukasi infak melalui “celengan harian”. (Joli)
