Sabtu, Mei 2, 2026
Metro

2.168 GTK Metro Semarakkan Hardiknas 2026 Lewat Shibori dan Nyeruit

Metro, hariansatelit.com

Sebanyak 2.168 orang guru dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Komunitas Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Kota Metro menggelar kegiatan budaya dan edukasi bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Taman Merdeka Kota Metro, Sabtu (02/05/2026).

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat karakter dan budaya dalam dunia pendidikan, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan karakter dalam pendidikan.

Bambang juga menuturkan bahwa Pemerintah Kota Metro, akan terus mendukung berbagai kegiatan inovatif yang digagas oleh komunitas pendidikan, serta berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang lebih besar di masa mendatang.

“Guru itu ibarat orang tua, harus selalu prihatin dalam mendidik. Namun keprihatinan ini bukan berarti harus kekurangan, tetapi keprihatinan adalah bentuk ketulusan. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Oleh karena itu, marilah kita doakan agar bangsa ini selalu diberi rezeki melimpah, sehingga kesejahteraan guru dan seluruh masyarakat Kota Metro terus meningkat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan Kota Metro, termasuk rencana kegiatan besar yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, mengungkapan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas GTK Kota Metro, dimana Dinas Pendidikan, Wali Kota Metro, dan Ketua hanya men-support dan menjadi pengarah saja dalam kegiatan tersebut.

Sebagai Kepala Dinas, dirinya juga mengungkapkan bahwa khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, sepenuhnya akan mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan GTK Metro dan aktivitas yang positif yang dikembangkan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan.

“Selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas guru dan tenaga kependidikan di bawah bimbingan PGRI mampu menyatukan semua guru baik di lingkup PAUD, SD, hingga SMP yang melintasi sekat-sekat satuan pendidikan serta mengedepankan praktik baik berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BGTK Provinsi Lampung yang diwakili Ketua Tim Fasilitasi Kemitraan dan Publikasi, Lilis Setya Rini, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkumpul, melainkan merayakan makna menjadi pendidik dan penjaga peradaban, karena pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang rasa, nilai, dan bagaimana menanamkan jati diri kepada generasi masa depan.

“Dan hari ini, melalui kegiatan membatik Shibori dan Nyeruit bersama, kita sedang bersama-sama melakukan ikhtiar besar yang bermakna yang sedang menghidupkan budaya, kita sedang merawat identitas, dan kita sedang menanamkan karakter,” tegasnya. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *