Sabtu, Juni 22, 2024
DaerahTulang Bawang

Kepala Kampung Mesir Dwi Jaya Diduga Gelapkan Anggaran DD 2020-2022

TULANGBAWANG, Hariansatelit.com- Kepala Kampung Mesir Dwi Jaya, Kecamatan Gedungaji Baru, Barizi, diduga gelapkan beberapa item anggaran dana desa tahun anggaran 2020-2022.

Anggaran dana desa yang diduga digelapkan, anggaran penanganan Covid-19, pengadaan paket data internet wifi, pengadaan sarana dan prasarana kantor dan anggaran pembangunan peningkatan monumen Gapura batas desa tahun 2021 belum realisasi diduga kuat fiktif.

Adapun anggaran Covid-19 tahap I pada tahun 2020 penaggulangan bencana Rp.30.749.600 yang diduga fiktif.

Lalu, pada tahun yang sama pembangunan monumen batal desa senilai Rp.84.043.050 diduga fiktif.

Tahap II ditahun 2020 anggaran lomba perpustakaan desa / pameran perpustakaan senilai Rp.64.985.009. Seterusnya, tahap III dianggarkan kembali senilai Rp.73.985.00 dan diketahui lomba tersebut tidak dilaksanakan lantaran masih dalam keadaan Pandemi Covid-19.

Pada anggaran dana desa tahun 2021 pemeliharaan Gedung Prasarana Balai Desa senilai Rp.117.335.000 diduga fiktif.

Tahap III ditahun 2021 anggaran penyelenggara desa siaga kesehatan senilai Rp.59.483.400. Namun di lapangan ditemukan tidak adanya rumah isolasi anggaran tersebut diduga korupsi.

Masih di tahap III tahun 2021 anggaran kesiapsiagaan bencana lokal desa senilai Rp.18.400.000 diduga fiktip.

Anggaran di tahun 2021 Tahap III dianggarkan kembali pembangunan monumen Gapura batas desa,
Tahap 1. Sebesar Rp:68.595.300, (enam puluh delapan juta lima ratus sembilan puluh lima ribu tiga ratus rupiah)

Tahap II Sebesar Rp:94.124.300 (sembilan puluh empat juta seratus dua puluh empat ribu tiga ratus rupiah).

Tahap III. Sebesar Rp: 130.415.300 (seratus tiga puluh juta empat ratus lima belas ribu tiga ratus rupiah).

Diketahui, pada tahun 2019 Gapura baras desa sudah dianggarkan. Namun tahun 2020-2021 dianggarkan kembali dan diduga kegiatan tersebut fiktip.

Masih di tahun 2022 tahal II anggaran pengadaan sistem informasi dan pengadaan paket data internet WiFi senilai Rp.12.500.00,_

Tahap III kembali dianggarkan senilai Rp.15.500.000,_ diduga mark-up.

Saat akan dikonfirmasi terkait penggunaan anggaran tersebut, Kepada Kampung setempat sedang tidak ada di kantor.

“Bapak tidak ngantor kemungkinan sedang di rumah,” ujar salah seorang Kaur kampung yang sedang piket, Senin (20/08/2023).

Dihubungi via ponsel chat WhatsApp pribadi kepala kampung Barizi tidak merespon.

Untuk melengkapi pemberitaan Tim media akan mengkonfirmasi dan menggali keterangan dari kepala kampung setempat.

(MEDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *