ASN Tanggamus Diminta Terus Berinovasi
Tanggamus, hariansatelit.com
Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menekankan pentingnya inovasi di kalangan ASN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam tanggung jawab, profesionalisme, kepedulian, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Merah Indonesia (PMI), Hari Olahraga Nasional (Haornas), dan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), Senin (21/9/2026).
“Begitu banyak amanah yang harus kita tanggung bersama. Saya berharap kepada seluruh jajaran untuk terus berupaya mengoptimalkan diri dalam bekerja yang dilandasi dengan nilai-nilai budaya kerja Jalan Lurus,” kata Bupati dalam amanatnya yang disampaikan Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto.
Upacara tersebut diikuti para pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala perangkat daerah, pejabat administrator dan pengawas, serta ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.
Penekanan terhadap tanggung jawab aparatur menjadi salah satu pesan utama dalam upacara tersebut. Pemerintah daerah meminta seluruh jajaran tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi memastikan setiap tugas yang diemban bermuara pada kepentingan masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, amanah jabatan bukan semata-mata persoalan administratif.
Setiap keputusan, program, dan pelayanan yang diberikan aparatur berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Bupati meminta seluruh jajaran terus mengoptimalkan kinerja dengan menjunjung nilai pengabdian, profesionalisme dan kepedulian.
Dalam amanatnya, Bupati juga memberikan apresiasi kepada jajaran dan relawan PMI yang selama ini terlibat dalam pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat yang menghadapi berbagai bencana, baik bencana alam maupun nonalam.
Peringatan Hari PMI yang jatuh setiap 17 September disebut sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. Dapatkan Kalender Digital “PMI mengabdikan diri untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang dari mana mereka berasal, bahasa yang mereka gunakan maupun warna kulit. Insan-insan PMI selalu mau dan mampu bekerja dengan ikhlas,” demikian amanat Bupati.
Nilai kemanusiaan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Tanggamus yang memiliki wilayah luas dan menghadapi berbagai potensi kerawanan bencana.
Dalam situasi seperti itu, keberadaan relawan kemanusiaan tidak hanya dibutuhkan ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan, solidaritas, dan kemampuan merespons kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelayanan kemanusiaan. (Tans)
