ARTIKEL TENTANG SAMPAH ORGANIK MENJADI POTENSI PENTING EKONOMI : MAHASISWA KKN KENALKAN KONSEP BUDIDAYA MAGGOT DI DESA REJOMULYO
Dosen : Dra. Wisnaningsih, S.T., M.T.A
Disusun oleh :
Muhammad Eka Candra M NPM :23222010048
Yusuf Ridho HP NPM : 23222010012
Panji Ibnu Kusuma NPM : 24742010019P
Dio Estu Pambarep NPM : 24212010029P
UNIVERSITAS SANG BUMI RUWA JURAI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2026DARI SAMPAH ORGANIK MENJADI POTENSI EKONOMI: MAHASISWA KKN KENALKAN KONSEP BUDIDAYA MAGGOT DI REJOMULYO
Lampung Selatan — Sampah organik tidak selalu harus dipandang sebagai limbah. Melalui pengelolaan yang tepat, sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya. Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.
Mahasiswa KKN mengembangkan konsep pemanfaatan sampah organik sebagai bahan pendukung budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah terpadu sekaligus pengembangan potensi ecopreneurship masyarakat.
Desa Rejomulyo telah memiliki sarana budidaya berupa tujuh biopond dengan ukuran masing- masing 1 × 2 meter. Sarana tersebut menjadi salah satu potensi desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Dalam kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan budidaya maggot, tetapi juga menyusun konsep sistem penyediaan bahan organik. Sistem tersebut dimulai dari pengumpulan sampah organik, pemilahan, persiapan bahan, hingga pemanfaatannya sebagai pakan maggot.
Menurut konsep yang diperkenalkan, pemilahan menjadi tahap penting karena sampah yang akan digunakan perlu dipisahkan dari material yang tidak sesuai untuk budidaya. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terarah.
Kegiatan tersebut juga memperkenalkan prinsip bahwa pengelolaan lingkungan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Maggot memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan, sementara residu dari proses budidaya juga dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
