Mitigasi Konflik Gajah, Pemkab Lamtim Dorong Perlindungan Warga dan Kelestarian TNWK
Lampung Timur, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dalam upaya mencegah dan menangani interaksi negatif antara manusia dan gajah Sumatera di kawasan sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Kepala Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur, Marsan, yang mewakili Bupati Lampung Timur dalam kegiatan silaturahmi Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, di Aula Balai Taman Nasional Way Kambas, Sabtu (12/9/2026).
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK Brigjen TNI Sriyanto menegaskan bahwa penanganan interaksi negatif gajah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan upaya mitigasi di lapangan.
Menurutnya, komite melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat sekitar kawasan TNWK, Balai TNWK, TNI, Polri, para ahli, hingga mahasiswa dan mahasiswi yang turut mendukung kegiatan di lapangan.
“Yang terbesar itu orang masyarakat. Jadi masyarakat merupakan bagian penting dari komite ini,” ujar Brigjen TNI Sriyanto.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dilaporkan dalam kegiatan sebelumnya, keterlibatan masyarakat sekitar dalam upaya mitigasi telah mencapai sekitar 1.091 orang. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa penanganan konflik manusia dan gajah membutuhkan partisipasi aktif masyarakat yang berada di wilayah rawan interaksi.
Selain melibatkan masyarakat, berbagai infrastruktur mitigasi juga terus dikembangkan. Di antaranya pembangunan tanggul sepanjang sekitar 120 kilometer, pagar pipa 50,8 kilometer, pagar haji 23 kilometer, serta pagar listrik sepanjang 21 kilometer.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur Marsan menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam menciptakan harmonisasi antara kehidupan masyarakat dan keberadaan satwa liar yang dilindungi.
“Pertemuan ini membahas bagaimana membangun harmonisasi melalui pembangunan tanggul dan pagar untuk melindungi warga yang berada di desa-desa sekitar kawasan TNWK. Semoga dengan kolaborasi ini semuanya dapat berjalan lancar,” ujar Marsan.
Ia menegaskan, Pemkab Lampung Timur mendukung langkah-langkah mitigasi yang mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian gajah Sumatera sebagai bagian penting dari ekosistem Taman Nasional Way Kambas. (Nasir)
