Komisi D Sidak SPPG, Menu MBG Sumberjaya 1 Disorot DPRD Lampung Selatan
Jati Agung, hariansatelit.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah penerima manfaat di Kecamatan Jati Agung mendapat sorotan dari anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi PKB, Misman. Hal tersebut beredar keluhan para penerima manfaat (PM) terkait menu yang dinilai selalu monoton.
Pada Jumat (21/8/2026), Komisi D DPRD Kabupaten Lampung Selatan Misman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberjaya 1, Desa Sumberjaya, Kecamatan Jati Agung.
Sidak dilakukan untuk memastikan pengelolaan dapur penyedia makanan berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pengelolaan limbah.
Misman mengatakan sidak dilakukan setelah dirinya mendapatkan pengaduan dari penerima manfaat (PM) terkait menu yang diberikan kepada penerima manfaat sangat monoton dan dinilai kurang bagus. Selain itu adanya beberapa ompreng yang disinyalir sudah berkarat, tapi masih digunakan.
Menurut Misman, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat. Karena itu, pengelola SPPG diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rantai pasok, mulai dari pemilihan pemasok, penerimaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga pengawasan kualitas sebelum makanan didistribusikan.
Komisi D juga merekomendasikan agar SPPG Sumberjaya 1, di Desa Sumberjaya, Kecamatan Jati Agung mencari pemasok yang lebih kompeten dan mampu menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Sistem dari hulu sampai hilir harus diperbaiki, terutama pengawasan bahan baku dan kualitas makanan sebelum didistribusikan,” kata Misman.
Misman juga meminta kepada ahli gizi SPPG dapur Sumberjaya 1 agar memberikan pendampingan teknis kepada pengelola, khususnya terkait menu yang dinilai monoton, kebersihan dapur dan berapa hal lainnya.
“Kalau perbaikan sudah dilakukan, nanti akan kita cek lagi hasilnya. Akhi gizi dapur SPPG Sumberjaya 1 juga diminta melakukan pendampingan agar menu yang disajikan, kebersihan dan yang lainnya benar sesuai standar,” ujarnya.
Selain persoalan menu dan kualitas pangan, Komisi D memberikan sejumlah rekomendasi fasilitas kepada pengelola SPPG Sumberjaya 1. Salah satunya terkait suhu ruangan dapur yang dinilai masih kurang dingin.
Sejumlah guru sekolah penerima manfaat di wilayah tersebut mengaku kecewa dengan menu makan siang yang disalurkan dapur MBG Sumberjaya 1, Desa Sumberjaya, Kecamatan Jati Agung.
“Menunya itu-itu saja, Pak. Beberapa kali kami menyempaikan keluhan tersebut kepada Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina MBG Sumberjaya 1 tidak petnah digubris,” tegas salah satu kepala sekolah.
Lantaran usulan perbaikan selalu tidak digubris, maka sekolah yang dimpimpinnya pindah dapur. “Beberapa kali saya komplain ke Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina selalu tidak ditanggapi,” tegasnya.
Hal yang sama juga disampaikan kepala sekolah penerima manfaat lainnya yang tidak mau disebut namanya. Dia mengatakan dirinya beberapa kali mengusulkan kepada Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina, tapi tidak pernah diindahkan. “Pusing saya. Beberapa kali menasehati Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina agar merubah menu, tapi tidak pernah ada perubahan,” tegasnya.
Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina didampingi Asraf Dadang Setiawan, dan ahli gizi ketika ditanya kenapa usulan dan saran dari para penerima manfaat selalu tidak ditanggapi. Dia hanya terdiam.
Lalu Fiska mengatakan yang belanja untuk kebutuhan keseharian dapur MBG Sumberjaya 1 adalah Mitra MBG, Andi Halgan.
Pimpinan Perusahaan Fiska Falentina tidak banyak bicara, namun dia berjanji akan merubah menu sebabagaimana yang dikeluhkan penerima manfaat (PM). (Mar)
