Kasus TBC di Tanggamus Diperkirakan Capai 2.532
Tanggamus, hariansatelit.com
Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tanggamus.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tanggamus yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (6/8/2026).
Rapat yang diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi bersama jajaran Pemkab Tanggamus itu membahas evaluasi capaian program sekaligus strategi percepatan penanggulangan TBC untuk mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan TBC masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan kesehatan di Lampung. Penyakit tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas.
”Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, tentu pembangunan kesehatan juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan penanggulangan tuberkulosis di Provinsi Lampung,” kata Jihan.
Menurutnya, target eliminasi TBC hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh kabupaten/kota dan lintas sektor.
Upaya tersebut meliputi penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.
Jihan menilai Tanggamus memiliki potensi besar mempercepat penanggulangan TBC dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, kader pemerintah pekon, hingga masyarakat.
”Rapat koordinasi ini hendaknya menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, dan mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi dengan Forkopimda, camat, lurah, TP-PKK, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga komunitas kesehatan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, estimasi kasus TBC di Kabupaten Tanggamus mencapai 2.532 kasus. Namun hingga saat ini, notifikasi kasus baru baru mencapai 946 kasus atau sekitar 37 persen. Sementara cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih berada di angka 13 persen.
Melihat capaian tersebut, Jihan meminta Pemkab Tanggamus memperkuat penemuan kasus secara aktif, memperluas skrining kelompok berisiko, meningkatkan jejaring fasilitas kesehatan, mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta melakukan pemantauan program secara berkala. (Tans)
