Pemkab Tubaba Tingkatkan Integritas dan Disiplin Aparatur Desa
Tulang Bawang Barat, hariansatelit.com
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam meningkatkan integritas dan disiplin aparatur desa. Bekerja sama dengan Balai Pemerintahan Desa (Pemdes) Lampung, Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., berencana mengubah fundamental pola kepemimpinan di tingkat Tiyuh (desa).
Dalam audiensi strategis yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati pada Senin (27/04/2026), muncul gagasan segar untuk menerapkan skema pelatihan pra-jabatan yang ketat bagi para calon kepala Tiyuh terpilih pasca Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati).
Kepala Balai Pemdes Lampung, Satria Gunawan, S.E., M.M., menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat bergantung pada kedisiplinan sejak dini. Ia mengusulkan agar pola lama diubah secara total.
“Saran saya tegas: latih dulu, baru dilantik. Pengalaman menunjukkan, jika pelatihan dilakukan setelah mereka menjabat, tingkat kedisiplinannya cenderung menurun karena merasa sudah di posisi aman. Namun, jika pelatihan menjadi syarat sebelum pelantikan, mereka akan jauh lebih serius,” ujar Satria.
Rencana pelatihan ini tidak hanya sekadar materi di dalam kelas, melainkan akan mengadopsi: Meningkatkan Kedisiplinan: Menggandeng instruktur dari Yonif 9 Marinir Piabung untuk menanamkan jiwa kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan.
Literasi Hukum & Keuangan: Melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Direktorat Jenderal Pajak untuk membekali calon pemimpin desa terkait tata kelola administrasi yang bersih guna meminimalisir risiko korupsi.
Bupati Novriwan Jaya menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, aparatur desa adalah ujung tombak pelayanan publik, sehingga kematangan mental dan pemahaman regulasi menjadi harga mati.
Peningkatan kapasitas ini juga disiapkan agar pemerintah desa mampu mengelola program strategis nasional, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Bupati Novriwan menegaskan bahwa kepala Tiyuh harus mampu memetakan potensi wilayahnya agar program tersebut menjadi motor penggerak ekonomi warga.
“Di Tubaba, kita tidak ingin bergantung pada daging sapi impor. Kita siapkan 30 persen menu MBG berbasis daging kambing dari peternak lokal. Di sinilah peran aparatur Tiyuh sangat penting untuk memastikan rantai pasok dari desa ke program MBG berjalan lancar,” jelas Bupati.
Dengan SDM aparatur yang mumpuni, program MBG diharapkan tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga memastikan perputaran uang tetap berada di tingkat Tiyuh.
Selain fokus pada SDM, pertemuan tersebut juga mempertegas posisi hukum tujuh Tiyuh di Tubaba yang sempat menjadi sengketa batas dengan Lampung Utara. Satria Gunawan memastikan kode desa tersebut sah secara administrasi negara. (Joli)
