Jumat, Januari 23, 2026
Lampung Selatan

Anggota DPRD Lampung Jasroni Ajak Masyarakat Jaga Nilai Gotong Royong

 

Jati Agung, hariansatelkt.com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung H. Jasroni, S.Sos., MM mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai gotong royong yakni semangat kebersamaan dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama sebagaimana dicita-citakan pendiri bangsa.

“Kita harus menjaga nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari agar bisa menyongsong cita-cita para pendiri bangsa menjadikan Indonesia maju, berdaulat, adil, dan makmur,” kata Jasroni pada acara Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Jati Agung pada Senin (15/12/2025).

Menurut dia, gotong royong menjadi salah satu kunci penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat dan maju.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Nasdem itu berkomitmen siap membantu dan mewakafkan dirinya untuk masyarakat sebagai penyambung lidah untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah.

“Melalui Sosialisasi IPWK ini, dengan niat baik, cara yang baik, berkumpulnya kita disini insya Allah akan menghasilkan hal yang baik pula. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga karena saya sudah menganggap warga Desa Margodadi ini sebagai keluarga,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Narasumber Olvi Yuliana, S.Sos mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Jangan pernah tinggalkan nilai-nilai Pancasila yang lahir 1 Juni 1945 mampu menjadi perekat bangsa,” jelasnya.

Sambung Olvi Yuliana menurutnya saat ini kita sudah dipengaruhi oleh budaya individualistik. Karena itu, Pancasila yang sangat otentik dengan perkembangan zaman perlu terus diterapkan.

“Ada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila yang selalu berkaitan dengan kehidupan masyarakat, diantaranya nilai agama dan nilai kemasyarakatan. Di dalam Pancasila juga ada nilai norma bagaimana kita menjadi masyarakat yang berlaku sopan santun bermoral dalam kehidupan bermasyarakat. Negara Indonesia yang terdiri dari perbedaan, masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan walaupun berbeda suku serta agamanya itu karena ada nilai-nilai Pancasila,” terangnya lagi.

Sementara itu, Narasumber ke dua Jainudin menyampaikan, untuk membangun sebuah negara tidak mudah, dibutuhkan pondasi yang kuat dan Indonesia memiliki pondasi atau ideologi yang kuat yaitu Pancasila.

Sampai saat ini, nilai-nilai Pancasila masih sangat kontekstual dengan kondisi zaman. Fenomena kehidupan sekarang terutama pemuda yang sering melakukan kegiatan di jalan dengan menggangu orang, menunjukkan bahwa pemuda sekarang rapuh. Ini terjadi karena kurang perhatian orang tua dan penanaman serta pemahaman dari nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, dengan semangat kebersamaan marilah kita terus tanamkan nilai-nilai Pancasila kepada para penerus bangsa dalam hal ini adalah anak-anak kita agar mereka memiliki pemahaman yang cukup sehingga tidak adalagi generasi yang buta akan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *