Apel ASN, Anasrullah: Pemerintah Harus Lebih Cepat dari Masalah
Lampung Selatan, hariansatelit.com
Pemerintah tidak boleh berjalan di belakang persoalan. Di tengah dinamika masyarakat yang terus bergerak cepat, pemerintah justru dituntut hadir lebih awal, membaca, mengantisipasi, dan menyelesaikan masalah sebelum membesar.
Pesan tegas itu disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, saat memimpin apel mingguan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (13/4/2026).
Di hadapan seluruh jajaran ASN, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, fungsional, hingga PNS dan PPPK, apel tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah kerja pemerintahan yang lebih responsif dan berdampak.
Dalam amanatnya, Anasrullah menyampaikan pesan Bupati Lampung Selatan yang menekankan pentingnya perubahan pola kerja ASN, dari sekadar menjalankan rutinitas administratif menjadi aparatur yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
“Disiplin adalah fondasi. Tanpa disiplin, tidak ada kinerja. Tanpa kinerja, tidak ada hasil,” tegas Anasrullah.
Ia mengingatkan, standar kerja ASN harus terus ditingkatkan. Setiap tugas tidak hanya diselesaikan, tetapi juga harus dipertanggungjawabkan secara jelas, terukur, dan berintegritas.
Menurutnya, kinerja hari ini harus selalu lebih baik dari hari sebelumnya. Hal itu menjadi kunci agar pemerintahan mampu menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.
Lebih lanjut, Anasrullah menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan wajah pemerintah di mata masyarakat. Dari situlah kepercayaan publik dibangun atau justru runtuh.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN memastikan pelayanan berjalan cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Tidak ada ruang untuk praktik penyimpangan. Tidak ada toleransi terhadap pelayanan yang berbelit-belit. Bangun budaya melayani dengan hati, hadirkan empati, dan berikan kepastian,” ujarnya.
Di sisi lain, pelaksanaan pembangunan juga harus dilakukan secara terarah dan memberikan dampak langsung. Seluruh perangkat daerah diminta bergerak dalam satu irama dan tujuan yang sama.
Percepatan realisasi program prioritas menjadi perhatian utama, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi daerah. “Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat nyata,” kata Anasrullah.
Ia kembali menekankan, pemerintah tidak boleh lambat dalam merespons berbagai dinamika, baik potensi bencana, perubahan sosial, maupun tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Untuk itu, koordinasi lintas sektor dan komunikasi antar perangkat daerah harus diperkuat, disertai kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
ASN, lanjutnya, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas serta menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. (Siahaan)
