Bupati Beri Penghargaan Pencipta Mars dan Hymne Tanggamus
Tangggamus, hariansatelit.com
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Tanggamus di Lapangan Merdeka, Kota Agung, Senin (30/3/2026), menjadi momen penuh penghargaan terhadap jasa tokoh daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi memberikan penghargaan kepada almarhum M.K. Prayitno, pencipta Mars dan Hymne Tanggamus, yang diwakili oleh Akhmadi Sumaryanto.
Akhmadi Sumaryanto hadir sebagai perwakilan keluarga almarhum M.K. Prayitno yang telah wafat pada tahun 2018. Ia menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar almarhum dalam membangun identitas daerah melalui karya seni musik yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan.
Mars Tanggamus Jaya dan Hymne Tanggamus yang diciptakan M.K. Prayitno telah ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2009. Lagu tersebut menjadi simbol semangat pembangunan, persatuan, serta jati diri masyarakat Tanggamus.
Menurut Akhmadi, sosok M.K. Prayitno tidak hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga tokoh pendidik yang berdedikasi tinggi. Ia mendirikan berbagai lembaga pendidikan di Tanggamus dan turut mencetak banyak generasi yang berkontribusi bagi daerah.
“Beliau mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan kebudayaan. Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.
Selain itu, M.K. Prayitno juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tanggamus serta terlibat dalam berbagai peran publik lainnya. “Karya-karyanya bahkan diakui hingga luar daerah, termasuk dalam bidang musik dan sastra,” ujarnya.
Akhmadi menambahkan, sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga telah mengabadikan nama beliau menjadi Taman Kreasi M.K. Prayitno di Gisting.
“Tentunya hal ini menjadi simbol bahwa jasa dan kontribusi beliau akan terus dikenang oleh masyarakat,” tandasnya.
Momentum HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menghargai jasa para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan daerah. (Tans)
