Jati Agung Dikepung Banjir Usai Hujan Deras, 4 Mobil Terseret Air
Jati Agung, hariansatelit.com
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Kecamatan Jati Agung pada sore hari menyebabkan banjir.
Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga hingga ruas jalan di beberapa desa pada Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan pantauan hariansatelit wilayah yang terdampak banjir antara lain Desa Way Hui, Jatimulyo, Karang Sari, Banjar Agung, Gedung Harapan, Marga Agung, serta sejumlah titik di wilayah Kecamatan Jati Agung.
Kepala Desa Gedung Harapan Ishadi Hanafi kepada hariansatelit melaporkan banjir terjadi dimana mana dengan ketinggian 1 meter lebih.
“Korban jiwa tidak ada, namun ada 4 mobil ikut terseret air banjir rinciannya di perumahan 99 ada dua mobil dan di jalur dua juga ada dua mobil,” katanya.
Sangat sigap, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama langsung terjun ke lokasi terjadinya banjir di beberapa titik di Jati Agung.
Kondisi banjir yang cukup parah. Air dilaporkan menggenangi jalan dan puluhan rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai sepinggang orang dewasa.
Bahkan, sebuah mobil dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di kawasan Gedung Harapan.

Salah seorang warga Jatimulyo, Wawan mengatakan tempat tinggalnya ikut terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi di sore hari. Kondisi tersebut membuat dirinya dan penghuni lainnya harus bergegas mengamankan barang-barang.
“Kami jadi repot untuk bersih-bersih dan mengamankan barang-barang. Apalagi ini waktunya menjelang berbuka puasa, jadi situasinya cukup menyulitkan,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Tati, warga Desa Marga Agung. Ia mengatakan hujan yang turun sejak siang hari membuat debit air sungai di sekitar permukiman warga meningkat hingga akhirnya meluap ke rumah-rumah.
“Sejak siang hujan terus, air sungai naik dan akhirnya rumah-rumah warga terendam. Sepertinya karena curah hujan tinggi, sementara drainase dan sungai sudah tidak mampu menampung air,” katanya.
Menurut Herlina, selain faktor hujan deras, kemungkinan banjir juga dipicu oleh kiriman air dari wilayah lain yang berada di daerah lebih tinggi.
“Ditambah kiriman air dari wilayah lain juga mungkin, jadi air cepat sekali naik,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah beberapa desa di Kecamatan Jati Agung terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah, supaya masalah banjir ini benar-benar bisa teratasi dan tidak terus berulang setiap musim hujan,” pungkasnya. (Mar)
