TPID Bandar Lampung Gelar HLM Jelang Bulan Ramadhon 1447 H
Bandar Lampung, hariansatelit.com
Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) dalam rangka penguatan sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447H,
Walikota Bandar Lampung dalam arahannya menyampaikan harapan agar inflasi Kota Bandar Lampung tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1%. Beliau menegaskan bahwa kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengawal stabilitas harga di Kota Bandar Lampung. Arahan tersebut sejalan dengan penegasan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang mendorong pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah secara lebih intensif, strategis, dan tepat sasaran dalam mengawal HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447H.
“Kerja sama seluruh stakeholders sangat penting dalam mengawal inflasi. InsyaaAllah, apabila kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, inflasi Kota Bandar Lampung dapat kita jaga tetap terkendali,” ujar Walikota, seraya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID atas kolaborasi yang telah terjalin selama ini.
Berdasarkan paparan BPS Kota Bandar Lampung, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 0,18% (mtm) dan 1,43% (yoy). Angka ini dinilai sebagai awal tahun yang baik untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran. Secara m-to-m, beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, kangkung, bayam, dan nasi dengan lauk, sementara cabai merah dan bawang merah mengalami deflasi. BPS juga mencatat bahwa Kota Bandar Lampung merupakan kota konsumsi, sehingga dinamika harga makanan jadi dan komoditas konsumsi langsung masyarakat memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi.
Bank Indonesia menyampaikan bahwa harga komoditas global seperti jagung dan kedelai perlu menjadi perhatian, serta komoditas hortikultura (Herwan)
