Anggaran Media Tahun 2025 yang Tidak Dibayar Pekon di Pringsewu Diduga Penuh Drama Akal-akalan
Pringsewu, hariansatelit.com
Hebohnya Uang Media di Kabupaten Pringsewu tahun 2025 yang tidak dibayar oleh Pekon kini sudah mulai terkuak akar masalah nya, salah satu sumber inisial “Mgo” kepada media ini mengatakan Saya sudah melakukan pengecekan ke BPKAD Pringsewu,dan ternyata dana Desa yang prioritas sudah cair semua, hanya saja ada sejumlah Kepala Pekon yang kompak mendalilkan bahwa Uang Media digolongkan bukan Prioritas,sehingga dengan latah mereka mengatakan tidak cair, ini kan akal akalan mereka ucap “Mgo”.
Buktinya, lanjut “Mgo” ada beberapa Pekon di tahap kedua pencairan Dana Desa ini membayar media saya, berarti yang gak membayar kan sengaja mempersulit sekaligus menyiksa dapur kawan kawan wartawan yang memang mou nya jelas diterima Pekon.
Jujur saja saya sangat menyesalkan tindakan kawan kawan kepala.Pekon yang tega tidak mau mencarikan solusi buat kawan kawan wartawan, sebab saya paham sekali beban yang harus ditanggung kawan kawan wartawan, contoh saja, mereka harus setor ke Redaksi, mereka harus membayar Loper, yang lebih berat lagi mereka juga punya tanggung jawab terhadap anak dan istri.
Karena itulah ,saya memberanikan diri mengecek apa yang sebenarnya terjadi di BPKAD, dan gak main main saya siap dihadapkan bilamana ada Kepala Pekon ada yang merasa tidak nyaman dengan pernyataan saya ini “tegas mgo “.
Masih dari pernyataan “Mgo” saya masih ingat betul Pernyataan Pj Bupati Pringsewu Marindo saat itu, yang menegaskan bahwa 3% dari Dana Desa adalah mutlak untuk anggaran Publikasi,jadi kemana larinya anggaran yang 3% itu bila tidak dibayarkan,? kenapa harus main.akal.akalan seperti ini lagi. ” sesal.Mgo”.
Salah satu Kepala Pekon yang membayar Uang Media di tahap kedua, saat dikonfirmasi mengatakan, Pekon Kami membayar uang media ini karena ,kecuali memang sudah menjadi komitmen dan Kewajiban, juga karena hati nurani Bang, kami paham jerih payah dan tanggung jawab kawan kawan wartawan, kecuali harus bertanggung jawab terhadap Redaksi, juga mempunyai beban tanggung jawab terhadap keluarga yang berkaitan dengan dapur rumah tangga, terus terang saja Bang, Kami merasa berdosa bila tidak membayar kan apa yang sudah menjadi hak kawan kawan Media “pungkas nya” (Sanusi)
