Minggu, Februari 1, 2026
Lampung Selatan

TPID Lampung Selatan Perkuat Kendali Harga Pangan

Lampung Selatan, hariansatelit.com

Tren inflasi nasional yang bergerak naik dan mendekati angka 3 persen menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan pengendalian harga, terutama pada komoditas pangan strategis. Hal ini sejalan dengan langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan yang terus memperkuat stabilisasi harga dan pasokan kebutuhan pokok.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, inflasi nasional per Desember 2025 telah mencapai 2,92 persen dan berada di ambang batas psikologis 3 persen. Meski pendorong utamanya berasal dari kenaikan harga emas perhiasan akibat lonjakan permintaan, kondisi tersebut tetap menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh pemerintah daerah.

“Trennya agak sedikit naik dibanding waktu sebelumnya. Meskipun pendorong utamanya adalah harga emas perhiasan akibat pembelian besar-besaran, angka 3 persen ini sudah menjadi warning,” ujar Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Selasa (27/1/2026).

Rakor tersebut diikuti TPID Kabupaten Lampung Selatan melalui zoom meeting dari Ruang Rapat Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan. Tito menegaskan, meskipun inflasi nasional belum menembus angka 3,5 persen, langkah antisipatif harus tetap dilakukan secara konsisten, khususnya pada kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Kita tekan penurunan harga di komoditas pangan. Penyumbang utama penurunan di antaranya cabai rawit, daging ayam, dan bawang merah. Jangan sampai inflasi melewati 3 persen,” tegas Tito Karnavian.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Marlena, mengatakan bahwa Lampung Selatan turut berkontribusi terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung pada minggu keempat Januari 2026.

“Berdasarkan data BPS, Lampung Selatan memberikan andil terhadap IPH, di mana komoditas cabai merah tercatat mengalami penurunan minus 1,13 persen, bawang merah minus 0,43 persen, dan cabai rawit minus 0,21 persen,” jelas Marlena.

Namun demikian, Marlena mengungkapkan bahwa berdasarkan data harian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Selatan per 27 Januari 2026 menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

Cabai merah naik dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, cabai rawit dari Rp45.000 menjadi Rp47.000 per kilogram, serta cabai caplak berada di kisaran Rp46.000-Rp47.000 per kilogram. (Siahaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *