Jumat, Januari 23, 2026
Lampung Selatan

Oknum Kepala SMP Tunas Dharma Way Galih Diduga Korupsi Dana BOS

 

Tanjung Bintang, hariansatelit.com

Oknum Kepala SMP Tunas Dharma Way Galih Drs. Lukmas AS diduga kuat korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Ketua LSM Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Provinsi Lampung, Bustomi pada Jumat (23/1/2026) menjelaskan setiap termin, SMP Tunas Dharma Way Galih mencairkan dana BOS sebesar Rp 246.950.000 untuk 449 siswa. Pada peruntukkannya disinyalir banyak kejanggalan-kejanggalan.

Dana BOS sebesar Rp 246.950.000 rinciannya untuk perpustakaan Rp 0 dan untuk sarana dan prasarana sekolah (sarpras) sebear Rp 32.820.000, penyediaan alat multi media pembelajaran sebesar Rp 18.000.000, dan untuk honor Rp 161.196.000.

Kemudian pada termin ke dua juga Rp 246950, dengan rincian untuk perpustakaan Rp 49.422.000 dan untuk sarana dan prasarana sekolah (sarpras) sebear Rp 50.135.000, penyediaan alat multi media pembelajaran sebesar Rp 18.000.000, dan untuk honor Rp 98.534.000.

“Ke empat item ini yang sudah kita selidiki, sedangkan yang lainnya masih dalam kejian lebih lanjut. Selain itu, beberapa item lainnya masih dalam kajian mendalam untuk menentukan berapa kerugian negaranya. Dan anehnya setiap tahun peruntukkan penggunaan Dana BOS nya hampir sama,” tukas Bustomi.

Hal tersebut berdasarkan penggunaan dana BOS sekolah selama empat tahun sejak Tahun 2022, 2023, 2024 dan Tahun 2025 yang disinyalir bermasalah bahkan diduga fiktif.

Pada LPj BOS dari tahun ke tahun nilainya hampir sama semua, kalaupun ada perbedaan kecil sekali, itupun terjadi pada semester kedua. Karena semerter kedua tidak ada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang sekarang berubah menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Lebijh lanjut Bustomi juga akan membongkar sindikat Dana BOS dari awal mulai perencanaan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) sampai pada pembahasannya. “Siap saja dewan guru dan Komite sekolah. Itu kan harus dibahas karena disahkan oleh Komte pada rapat. Ini akan kita bongkar juga,” tegasnya.
/
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan untuk kegiatan perpustakaan tidak pernah membeli buku cetak baru, membeli rak buku dan lemari buku dan meja baca. “Semua buku tidak pernah membeli. Buku-buku yang ada merupakan bantuan buku paket dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan sumber lain. Dia mengatakan penyedia alat multi media pembelajaran yang menggunakan biaya cukup besar. “Masa penyedia alat multi media pembelajaran dibelanjakan setiap tahun. Kalau begitu numpuk donk di gudang atau di ruangan alat multi media pembelajarannya. Lah sekarang mana barangnya kalau setiap tahun belanja,” tanya dia.

Ketika hendak dikonfirmasi Kepala SMP Tunas Dharma Way Galih Drs. Lukmas AS ke sekolahan tidak ada dikantor. Bapak tidak masuk kantor,” kata Wahyu Yudha Nugrogo, Senin (20/1/2026). (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *