Jumat, Januari 16, 2026
Pringsewu

Tak Kunjung Diperbaiki, Mak-mak di Pringsewu Cor Jalan Rusak

Pringsewu, hariansatellit.com

Sebagai bentuk protes kepada pemerintah, puluhan mak-mak di Kabupaten Pringsewu menggelar aksi gotong-royong swadaya memperbaiki jalan rusak. Dengan semangat dan rasa kebersamaan, para mak-mak melakukan pengecoran jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki sejak lima tahun terakhir.

Puluhan mak-mak di Dusun Banjarsari, Desa Sriwungu, Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, turun tangan memperbaiki jalan desa yang rusak parah.

Dengan semangat gotong royong, Minggu (11/1/2026) siang, mereka melakukan pengecoran jalan rusak yang selama bertahun-tahun tidak kunjung diperbaiki pemerintah. Dengan menggunakan peralatan seadanya, para mak-mak bahu membahu mengecor jalan dengan bahan material yang diperoleh secara swadaya.

Aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak ini dilakukan warga sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena jalan yang rusak selama lima tahun terakhir tidak kunjung diperbaiki.

Sekitar 100 orang warga yang mayoritas para mak-mak terlibat langsung dalam pengecoran jalan desa sepanjang satu kilometer. Mereka tidak memilih berunjuk rasa atau berdemo, melainkan mengumpulkan dana, material, dan tenaga untuk memperbaiki jalan desa yang kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim hujan.

Di bawah terik matahari, mereka bersemangat demi memiliki jalan desa yang bagus. Sebab, jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antardesa dan sebagai pendukung aktivitas warga dan para pelajar untuk ke sekolah.

Warga mengaku geram terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu yang tidak kunjung merealisasikan janjinya untuk memperbaiki jalan desa yang kondisinya rusak parah. Warga pun akhirnya bergotong royong untuk memperbaiki jalan rusak dengan cara swadaya.

Seorang warga bernama Wati mengatakan, warga Dusun Banjarsari sudah bosan dengan kondisi jalan rusak yang bertahun-tahun tidak kunjung diperhatikan pemerintah daerah.

Wati menyebut, warga merasa dikucilkan, sehingga berinisiatif melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dengan menggalang dana.

“Sudah bertahun-tahun sampai sekarang belum diperhatikan. Kami bergotong royong sebisa kami untuk melakukan perbaikan jalan rusak ini,” kata Wati.

Wati menuturkan, warga dan pemerintah desa sudah berupaya untuk menyampaikan keluhan jalan rusak, baik melalui kepala desa, anggota DPRD maupun pemerintah daerah namun hasilnya hanya janji-janji yang tidak pernah ada realisasi.

“Hasilnya cuma dijanjikan tetapi tidak pernah ada realisasi. Selama ini kami patuh bayar pajak, tetapi apa yang kami dapatkan, jalan saja rusak parah,” ujar Wati.

Warga berharap bupati Pringsewu untuk lebih memperhatikan akses jalan yang rusak parah karena jalan merupakan faktor pendukung aktivitas pertanian dan pendidikan serta perekonomian masyarakat di pedesaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *