Pemkot Metro Serap Aspirasi Melalui Musrenbang
Metro, hariansatellit.com
Pemerintah Kota Metro menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Yosorejo dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kantor Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Selasa (13/01/2026).
Wali Kota Metro menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara partisipatif dan memastikan perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di tingkat kelurahan.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas, tetapi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lingkungannya, sehingga program pembangunan yang direncanakan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota.
Berikutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan Laporan oleh Lurah Yosorejo Budi Maryanto, S.Sos., terkait profil wilayah, capaian kinerja, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Yosorejo. Berdasarkan data kependudukan per 31 Desember 2025, jumlah Kepala Keluarga di Kelurahan Yosorejo tercatat sebanyak 2.299 KK.
Lurah Yosorejo juga menyampaikan realisasi berbagai program bantuan sosial yang telah disalurkan kepada masyarakat, di antaranya bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS), serta asistensi bagi lanjut usia terlantar dan penyandang disabilitas.
“Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kelurahan Yosorejo telah menyalurkan bantuan pangan kepada 298 KPM, bantuan PKH kepada 195 KPM, serta berbagai bentuk asistensi sosial lainnya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Budi Maryanto.
Selain itu, ia memaparkan realisasi pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, seperti pembangunan dan rehabilitasi jalan lingkungan, drainase, sumur bor, serta dukungan terhadap rumah ibadah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam sesi dialog dan tanya jawab, para warga dan pamong Kelurahan Yosorejo secara aktif menyampaikan berbagai pertanyaan serta aspirasi pembangunan. Beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat antara lain permintaan penambahan lampu rambu lalu lintas di wilayah rawan kemacetan, penambahan penerangan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hati Kudus, pengadaan seragam RT dan RW, persoalan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta usulan pengadaan fasilitas Puskesmas di wilayah Kelurahan Yosorejo.
Selain itu, masyarakat juga menanyakan mekanisme dan alur penyampaian aspirasi pembangunan, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, hingga dapat ditindaklanjuti dan direalisasikan oleh Pemerintah Daerah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Metro merespons seluruh pertanyaan dan aspirasi masyarakat dengan terbuka dan komunikatif. Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi warga akan ditampung secara berjenjang melalui RT dan RW, kemudian dibahas di tingkat kelurahan dan kecamatan, sebelum akhirnya menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah. (Hendi)
