Jumat, Januari 23, 2026
Bandar Lampung

Inflasi Provinsi Lampung Tetatap terjaga 0,59%

Bandar Lampung, hariansatelit.com

Kpw Bank Indonesia Lampung Menutup Tahun 2025, Inflasi Lampung Tetap Terjaga Di 0,59% (

Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Desember 2025 mencatat inflasi sebesar 0,59 persen (mtm), meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,36 persen (mtm), Selasa (6/1/2026).

Capaian tersebut lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,64 persen (mtm), namun lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi Desember dalam tiga tahun terakhir di Lampung yang sebesar 0,37 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat 1,25 persen (yoy), masih di bawah inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen (yoy).

Inflasi Desember terutama dipicu kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta transportasi. Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain cabai rawit, bawang putih, bawang merah, emas perhiasan, dan bensin.

Kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan akibat berakhirnya masa panen, cuaca dengan curah hujan tinggi, serta gangguan produksi di sejumlah daerah. Sementara itu, kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan meningkatnya harga emas dunia di tengah ketidakpastian global, dan harga bensin terdampak penyesuaian BBM nonsubsidi.

Di sisi lain, inflasi tertahan oleh penurunan harga tomat, salak, terong, serta penurunan tarif angkutan sungai, danau, dan penyeberangan selama periode Natal dan Tahun Baru.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung memprakirakan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) pada 2026. Meski demikian, sejumlah risiko perlu diwaspadai, seperti kenaikan permintaan pada momentum Ramadan dan Idulfitri, fluktuasi harga pangan akibat cuaca ekstrem, serta potensi penyesuaian harga energi dan transportasi.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, an pasokan, kelancaran distribusi. (Herwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *