Tragedi di Air Terjun Way Lalaan Tanggamus: 2 Bocah SD Tewas Tenggelam
Tanggamus, hariansatelit.com
Tragedi memilukan terjadi di objek wisata Air Terjun Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus. Dua bocah meninggal dunia setelah tenggelam di aliran air kawasan wisata tersebut, Kamis (1/1/2026) sore.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mengonfirmasi insiden tersebut. Dia menerangkan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat kawasan wisata dipadati pengunjung di momen libur tahun baru 2026.
“Iya benar, saya bersama Kapolsek Kota Agung dan anggota langsung mengecek lokasi kejadian. Kedua korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Rahamd, Kamis (1/12).
Rahmad menyampaikan, dari hasil pemeriksaan medis di RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, kedua korban meninggal dunia akibat masuknya air ke dalam rongga paru-paru yang menyebabkan henti napas. “Petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas dia.
Dia menyebut, identitas korban meninggal dunia yakni DV (9) pelajar kelas 3 SD warga Belu, dan DA (10) pelajar kelas 4 SD warga Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat.
Setelah mengevakuasi kedua korban, polisi kemudian meminta keterangan sejumlah saksi termasuk orang tua dua bocah malang tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, koordinasi dengan pihak pengelola wisata guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut,” tandasnya.
Personel Polsek Kota Agung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait peristiwa dua remaja yang sempat tenggelam di Pantai Cukuh Batu, Pekon Terbaya, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (3/1/2026).
Olah TKP dilakukan pasca dua remaja warga Pekon Terbaya dilaporkan tenggelam, Jumat 2 Desember 2025.
Korban masing-masing berinisial SL (14) yang saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Batin Mangunang, serta rekannya AW (14) yang dilaporkan dalam kondisi sehat.Olah TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Kotaagung AKP Feriyantoni bersama sejumlah personel.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.
Feriyantoni mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur kepolisian guna memastikan kronologi kejadian sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Kami melakukan pengecekan dan olah TKP untuk mengumpulkan keterangan serta memastikan situasi di lapangan,” kata Feriyantoni.
Terkait kondisi korban, Kapolsek menyampaikan bahwa kedua korban yang sempat tenggelam saat ini berangsur membaik, meskipun masih mengalami trauma. (Tans)
