Kamis, Januari 1, 2026
Metro

High Level Meeting TPID Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Jelang Nataru

Metro, hariansatelit.com

Pemerintah Kota Metro menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa momentum Nataru setiap tahun selalu diikuti oleh peningkatan permintaan masyarakat yang signifikan, terutama pada komoditas pangan strategis yang berpotensi terjadinya tekanan terhadap harga komoditas utama seperti beras dan gula.

Namun demikian, Wali Kota Metro optimistis Kota Metro mampu menjaga stabilitas pasokan beras karena keberadaan gudang Bulog yang berada langsung di wilayah Kota Metro.”Selain beras, saya juga berharap komoditas lain seperti telur, daging ayam, dan cabai tidak mengalami lonjakan harga, terlebih telah mendapat dukungan fasilitasi dari Bank Indonesia, ” ujarnya saat memberikan sambutan di OR Setda Kota Metro, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, dinamika harga dan kebutuhan masyarakat saat Nataru serta potensi lonjakan kebutuhan pada sektor energi, transportasi, dan logistik yang kerap terjadi bersamaan dengan musim penghujan juga, merupakan siklus tahunan yang perlu diantisipasi secara terencana dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menyinggung kondisi nasional yang tengah diuji oleh berbagai bencana alam di sejumlah daerah, bahkan sebelum memasuki puncak Nataru seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara. “Untuk membantu saudara-saudara kita Pemerintah Kota Metro telah mengirimkan tim kemanusiaan ke daerah terdampak bencana yang terdiri dari tenaga kesehatan, perawat, dokter, serta mahasiswa yang kurang lebih ada 12 orang dan serta distribusi logistik telah sampai di lokasi tujuan,” ungkapnya.

Sebagai pimpinan daerah, ia berharap mendekati Nataru tidak terjadi bencana yang tidak diinginkan di Kota Metro seperti fenomena puting beliung yang kerap terjadi, khususnya di wilayah Metro Utara. “Metro Utara ini hampir setiap tahun di uji dengan puting beliung dan ini harus kita pelajari lebih dalam penyebabnya. Saya juga, mendorong agar upaya penanggulangan tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif melalui kajian ilmiah, penataan lingkungan, serta mitigasi jangka panjang, “tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengapresiasi kinerja TPID Kota Metro yang berhasil menjaga inflasi tetap terkendali pada bulan November 2025, dimana inflasi Kota Metro tercatat sebesar 1,88 persen year on year.

“Kota Metro Ini adalah miniatur Jogja sebagai Kota Pendidikan yang memiliki dinamika ekonomi unik sehingga pada saat kita ngomong soal inflasi, kita tidak hanya berbicara mengenai angka, tapi kita juga berbicara terhadap daya beli mahasiswanya, ” ungkapnya.

Untuk itu, Kota Metro diharapkan mampu menjaga daya beli mahasiswa, menjaga daya beli ibu rumah tangga dan menjaga kesejahteraan masyarakat Metro secara keseluruhan terkait dengan inflasi. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *