Jumat, Januari 23, 2026
Lampung Selatan

TPID Lampung Selatan Antisipasi Inflasi Bulan ke Bulan

Lampung Selatan,hariansatelit.com

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan Sinergi Bersama, Kendalikan Inflasi dan Ekspektasi

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Rajabasa, Sekretariat Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (10/12/2025). Foto: Dok BI Kantor Wilayah Lampung

Lampung Selatan (Lampost.co)—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Rajabasa, Sekretariat Kabupaten Lampung Selatan, menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di daerah.

HLM dibuka Asisten Administrasi Umum Lampung Selatan, Drs. Edy Firnandi, M.Si., dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, pejabat pemerintah daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Edy menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan ekspektasi inflasi masyarakat menjelang perayaan Nataru. “Saya yakin melalui sinergi antara pemerintah daerah, BI, Bulog, dan aparatur keamanan, kita bisa menjaga stabilitas harga jelang Nataru dengan pendekatan yang humanis, tegas, dan solutif,” ujar Edy. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota TPID yang telah menjalankan berbagai program pengendalian inflasi sepanjang tahun 2025.

Sesi HLM dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan harga dan langkah antisipatif dari berbagai narasumber. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah menyampaikan secara historis, beberapa komoditas pangan strategis—seperti cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, dan beras—cenderung memberikan andil inflasi pada periode Nataru, terutama akibat isu panen dan tingginya curah hujan. Selain itu, terdapat potensi kenaikan tarif pada kelompok transportasi udara seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan, Arif Rahman Mulyana, turut menegaskan terdapat perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Lampung Selatan sebesar 1,35% (mtm) pada minggu pertama Desember 2025 yang mengindikasikan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan strategis. Arif mengatakan, “Komoditas penyumbang kenaikan IPH terbesar adalah cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.”
Sementara itu, Bulog KC Lampung Selatan melaporkan stok beras dan kebutuhan pangan strategis lainnya berada dalam kondisi aman menuju akhir tahun. Pihak Kepolisian Lampung Selatan juga memastikan siap mendukung kelancaran distribusi serta pengawasan keamanan jalur logistik. (Siahaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *