Jumat, Januari 23, 2026
Bandar Lampung

Gubernur Lampung Minta Bupati dan Wali Kota Perkuat Mitigasi Bencana

Bandarlampung, hariansatelit.com

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta kepada bupati dan walikota di daerah itu memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

“Seluruh kepala daerah harus memastikan kesiapsiagaan yang komprehensif. Sumber daya manusia, relawan, Tagana, hingga unsur penanggulangan bencana lainnya, harus dalam kondisi siap. Koordinasi lintas sektor wajib diperkuat agar setiap potensi risiko dapat direspon dengan cepat,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangan di Bandarlampung, Senin (8/12/2025).

Ia mengatakan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor, sangat nyata sehingga perlu kesiapsiagaan semua pihak.

“Mitigasi harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Jangan menunggu bencana terjadi baru bertindak,” katanya.

Gubernur melanjutkan mitigasi harus dimulai dari pemetaan wilayah rawan, pembersihan drainase, penguatan tebing, hingga memastikan jalur evakuasi dapat digunakan sewaktu-waktu.

“Khusus untuk wilayah rawan banjir dan longsor, pemerintah daerah telah menyiagakan alat berat, memperkuat pemantauan titik kritis, dan memastikan masyarakat menerima informasi dini yang memadai,” ucap dia.

Ia mengatakan wilayah rawan longsor harus memiliki alat berat dan petugas siaga. Kemudian pemantauan lapangan harus dilakukan intensif untuk mengantisipasi pergerakan tanah atau terganggunya akses jalan guna memastikan keselamatan warga menjadi prioritas.

“Keterbukaan informasi publik pun harus dilakukan. Lalu setiap kabupaten dan kota perlu mengaktifkan jalur informasi cepat, termasuk menyediakan nomor khusus bencana atau saluran informasi darurat yang mudah diakses masyarakat, sehingga penanganan dapat dilakukan tanpa tertunda,” tambahnya.

Ia juga meminta camat, lurah, dan kepala desa memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, aparat keamanan, satgas desa, serta pihak terkait lainnya, untuk memastikan pengawasan wilayah berjalan setiap hari.

“Edukasi masyarakat mengenai langkah keselamatan saat cuaca ekstrem juga diminta ditingkatkan. Dengan meningkatnya intensitas hujan pada Desember, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berharap seluruh perangkat daerah bekerja proaktif, terkoordinasi, dan mengutamakan mitigasi sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat. Sebab keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam menghadapi dinamika cuaca yang semakin tidak menentu,” ujar dia.

Sebelumnya diketahui berdasarkan prospek cuaca tujuh hari yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II menunjukkan adanya peningkatan potensi hujan signifikan akibat pengaruh Dipole Mode Indeks (DMI) negatif, daerah konvergensi, dan pemanasan suhu muka laut di Samudra Hindia.

Pada 7-9 Desember 2025 hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat, memicu risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Potensi hujan sedang hingga lebat juga dapat meluas ke sejumlah kabupaten serta kota lainnya. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi mendadak. BMKG juga mengingatkan potensi kemunculan bibit siklon tropis pada pertengahan Desember hingga Januari.

Aktivitas atmosfer seperti Monsoon Asia, Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, Rossby Equatorial, serta seruak udara dingin memperbesar peluang terbentuknya bibit siklon di selatan Indonesia, yang dapat membawa hujan sangat lebat, angin kencang, petir, hingga mengganggu transportasi udara dan laut.

Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. (herwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *