Jumat, Januari 23, 2026
Pesawaran

Siswa SDN 5 Tegineneng Juara Pertama Lomba Bertutur Tingkat SD-MI Kabupaten Pesawaran

Pesawaran, hariansatelit.com

Dania Caria Jacinda (UPTD SDN 5 Tegineneng) dinobatkan sebagai juara pertama pada Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pesawaran yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran yang berlangsung pada 19–20 November 2025.

Kemudian disusul juara 2 yakni Kekasihalta Zafeera Almadina (UPTD SDIT Iqro Gedong Tataan), juara 3 – Azhiga Fathyuki Sastra (MIS Diniyyah Putri Lampung). Kemudan juara harapan 1 – Alya Farida (MIN 1 Pesawaran), juara hrapan 2 – Shiena Charisa Evelyn (UPTD SDN 5 Tegineneng) dan juara harapan 3 – Syafiyya Kalila Zahra (UPTD SDN 14 Padang Cermin).

Mewakili Bupati Pesawaran, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Joni Arizoni, menyampaikan bahwa lomba bertutur bukan hanya ajang unjuk kemampuan berbicara, tetapi sebuah bentuk nyata pelestarian budaya.

“Lomba bertutur adalah wujud kecintaan kita terhadap budaya lokal dan nilai-nilai kearifan leluhur. Literasi membaca, menulis, dan bertutur menanamkan pada anak-anak bahwa budaya bukan sekadar diketahui, tetapi dibanggakan dan diwariskan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan panitia yang telah membimbing peserta sehingga mampu tampil percaya diri. Kepada para peserta, Joni menegaskan bahwa keberanian tampil merupakan bagian penting dalam perjalanan literasi.

“Kepada para pemenang, selamat. Dan bagi yang belum juara, jangan berkecil hati. Keberanian kalian sudah merupakan kemenangan tersendiri,” tambahnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung ruang-ruang kreatif yang mendorong anak-anak belajar, berekspresi, dan mencintai budaya lokal. Menurutnya, literasi dan pelestarian budaya merupakan fondasi penting dalam pembangunan SDM unggul dan berkarakter.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Halimah Bin Zakaria, menyampaikan bahwa lomba ini bukan hanya perlombaan, tetapi upaya bersama dalam menanamkan kecintaan membaca dan keterampilan bertutur pada anak sejak dini.

“Ini bagian dari pelestarian budaya. Semoga anak-anak yang juara semakin semangat, dan yang belum juara bisa tampil lebih baik tahun depan,” ujarnya.

Bunda Literasi Pesawaran, Cindy Aria Anton, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta. Ia menyebut keberanian anak-anak tampil bertutur di depan umum merupakan modal penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Kita berkumpul di sini untuk mengangkat budaya lokal dan literasi. Saya bangga karena anak-anak ini adalah generasi yang berani tampil. Semoga semangat ini menular kepada teman-teman di sekolah,” ungkapnya. (Farizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *