Kamis, Januari 1, 2026
Pesawaran

Bupati Pesawaran Minta Pemuda Tingkatkan Kreativitas

Pesawaran, hariansatelit.com

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kabupaten Pesawaran dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat generasi muda agar lebih kreatif dan produktif, serta terhindar dari dampak malas bergerak (mager) akibat media sosial.

Bupati Pesawaran Nanda Indira bertindak sebagai inspektur upacara yang digelar di Lapangan Pemkab Pesawaran pada Selasa (28/10/2025) Dalam amanatnya, Bupati Pesawaran Nanda Indira mengajak seluruh pemuda untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif.

“Saya berpesan kepada semua generasi muda untuk bergerak dengan berbagai kegiatan positif, bukan ‘mager’ karena media sosial,” pesan Bupati Pesawaran Nanda Indira.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira B, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, jajaran Forkopimda Kabupaten Pesawaran, Para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, dan ASN/P3K, THLS, serta perwakilan organisasi pemuda dan pelajar di lingkungan Pemkab Pesawaran.

Bupati Pesawaran Nanda Indira bertindak sebagai Pembina Upacara, sementara petugas upacara merupakan utusan dari organisasi kepemudaan Kabupaten Pesawaran.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan Teks Pancasila oleh inspektur upacara, pembacaan Teks Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 oleh utusan dari Organisasi Kepemudaan Karang Taruna Pesawaran, serta pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 oleh utusan dari Organisasi Kepemudaan KNPI Pesawaran.

Acara kemudian dilanjutan dengan amanat dari pembina upacara, membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.

Dalam amanatnya Bupati Nanda Indira menyampaikan bahwa pemuda hari ini memiliki tugas dan tanggung jawab yamg berbeda. Tidak lagi dengan mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran.

“Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah,” seru Bupati.

Meskipun berada di zaman yang serba cepat dan berat. Pemuda harus tetap optimis dan percaya bahwa di setiap kampung, setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani.

“Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih dan empati yang mencintai tanah air dengan tindakan nyata, yang tetap berdiri ketika badai datang,” ujarnya. (Farizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *