Semarak BIK 2026: OJK Perkuat Inklusi dan Literasi Investasi Generasi Muda melalui Pembukaan 923 Rekening Saham
Bandar Lampung,hariansatelit.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mendorong mahasiswa untuk memahami investasi secara cermat, rasional, dan sesuai dengan profil risiko. Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional KSPM FAIR 2026 yang diselenggarakan bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Senin (2/11/2026)
Kegiatan ini turut mencatat pembukaan 923 rekening saham bagi mahasiswa baru FEB Unila. Perluasan Akses Perlu Diiringi Pemahaman Investasi mengusung tema “Redefining Winning Investment in the Evolving Financial Landscape”, seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pasar modal, perkembangan instrumen investasi, serta pentingnya pengelolaan risiko di tengah perubahan lanskap keuangan.
Kepala OJK Provinsi Lampung melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Lampung, Indah Puspitasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia KSPM FEB
Unila yang konsisten bersama OJK Lampung menyelenggarakan KSPM FAIR sebagai agenda tahunan berskala nasional.
Dalam sambutan tersebut ditekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi keuntungan, tetapi juga oleh pemahaman terhadap instrumen, risiko, dan tujuan keuangan.
Kepala OJK Provinsi Lampung melalui Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Provinsi Lampung,
Indah Puspitasari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia KSPM FEB Unila yang konsisten bersama OJK Lampung menyelenggarakan KSPM FAIR sebagai agenda tahunan berskala nasional.
Dalam sambutan tersebut ditekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi keuntungan, tetapi juga oleh pemahaman terhadap instrumen, risiko, dan tujuan keuangan.
Pembukaan rekening saham menjadi salah satu bentuk perluasan akses terhadap pasar modal. Namun, akses tersebut perlu diikuti pemahaman yang memadai agar mahasiswa dapat menilai informasi, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan investasi secara bertanggung jawab.
Literasi Keuangan Perlu Diiringi dengan Perluasan Akses Keuangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76%, sedangkan indeks literasinya sebesar 62,72%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi agar akses terhadap produk dan layanan keuangan diiringi pemahaman yang memadai.
Bagi generasi muda, peningkatan literasi menjadi semakin relevan seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital dan informasi investasi. Mahasiswa perlu membangun kebiasaan memeriksa informasi dari sumber terpercaya,
memahami karakteristik produk, serta menyesuaikan keputusan keuangan dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.
OJK Ingatkan Generasi Muda Menerapkan Prinsip 2L OJK mengingatkan generasi muda agar mewaspadai pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, dan penipuan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.(herwan)
