Minggu, Oktober 25, 2026
Lampung Timur

Pemkab dan Kemenag Lamtim Dorong Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum Tanah Wakaf

Lampung Timur, hariansatelit.com

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari membantu kepastian hukum perkawinan, mempercepat sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah, hingga memperkuat peran penyuluh agama dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menghadiri resepsi Hari Santri yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog interaktif bersama jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/10/2026), di Aula Kemenag Lampung Timur.

Kehadiran Bupati disambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Dr. H. Rohkhman, S.Ag., M.Si., beserta jajaran, dan didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf dan tanah yang digunakan untuk kepentingan rumah ibadah. Langkah ini mencakup berbagai tempat ibadah, seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan rumah ibadah lainnya.

Kepastian hukum atas tanah menjadi hal penting untuk melindungi aset keagamaan, mencegah potensi sengketa, serta memastikan tanah tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan bagi kepentingan umat.

Kolaborasi Pemkab Lampung Timur dan Kemenag juga diarahkan pada penguatan peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual.

Penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor, mereka diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda kekerasan, memahami langkah pelaporan, serta mengarahkan korban untuk memperoleh pendampingan dan perlindungan dari pihak yang berwenang.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan, dan mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai bentuk kekerasan.

Melalui dialog tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap sinergi bersama Kementerian Agama, penyuluh agama, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat.

Kerukunan umat beragama tidak hanya dijaga melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *